Di dalam ruang tahanan, Susan sudah pikirkan hal itu. Memang, dia merasa khawatir. Kemarahan Lukas saat ini pun sebenarnya bukan tanpa alasan. Untungnya, pihak kepolisian nggak permasalahkan tindakannya terlalu jauh. Namun, jika dipikir lagi, hatinya masih agak takut.“Nggak akan terjadi lagi.” Akhirnya Susan hanya bisa janji.Keheningan panjang kembali selimuti mereka.Setelah sekian lama, Lukas tiba-tiba berkata, “Kamu memang nggak cocok jadi ibunya Sinta.”Suaranya begitu tenang, seolah-olah dia hanya sedang bicarakan menu makan malam. Hanya dengan satu kalimat, dengan mudah dia hapus seluruh pengorbanan Susan selama bertahun-tahun.Susan hanya tersenyum. Namun, semakin dia tersenyum, air matanya justru kembali jatuh. Karena merasa nggak terima, dia noleh dan tanya ke Lukas, “Terus kamu maunya apa, kasih tahu aku?”Dia sudah serahkan Vila Cerisa, serahkan Sinta, bahkan serahkan suaminya sendiri ....Lukas menatap Susan dalam diam. Ketenangan di wajahnya terasa begitu kontras dengan
Read more