Bye, Lukas! Kali Ini Aku Pergi Selamanya!

Bye, Lukas! Kali Ini Aku Pergi Selamanya!

By:  Lusi KalilaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama lima tahun pernikahan, Susan Tanoko curahkan seluruh hidupnya tanpa pernah mengeluh. Dia urus anak, berbakti ke mertua, bahkan kasih Lukas Hidayat kebebasan dan ruang pribadi sepenuhnya. Namun semua pengorbanannya hanya dibalas dengan pengkhianatan. Di luar sana, sang suami diam-diam pelihara wanita lain, belikan dia mobil, rumah, bahkan carikan pekerjaan. Mereka pelukan, gandengan, perlihatkan kemesraan tanpa sedikit pun merasa bersalah. Demi tarik kembali hati suaminya yang semakin menjauh, Susan putuskan untuk coba miliki anak kedua, seorang putra. Susan sempat berpikir, kalau Lukas bersedia punya anak kedua bersamanya, berarti pria itu akhirnya akui dia sebagai Nyonya Hidayat yang sesungguhnya. Sayangnya, kenyataan jauh lebih kejam daripada yang dia bayangkan. Lukas hanya takut wanita simpanannya harus tanggung risiko melahirkan. Karena itu, Susan dijadikan alat untuk hamil dan lahirkan anak. Susan kira, meski kehilangan cinta suaminya, setidaknya dia masih punya putri yang selalu ada di sisinya. Namun bunga mawar yang dia rawat dengan sepenuh hati, sekarang justru jadi kehangatan bagi perempuan lain. Pada akhirnya, hati Susan benar-benar mati rasa. Dia gugurkan kandungan anak keduanya dan putuskan untuk cerai. Suami, anak, nggak ada satu pun yang dia mau. Namun ketika masa jeda perceraian baru saja dimulai, suami yang selama ini enggan pulang ke rumah justru datang halangi jalannya di ruang tamu. "Bukannya kita sudah sepakat untuk punya anak kedua?"

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat Susan Tanoko kembali ke Vila Permai, jarum jam telah tunjukkan jam sepuluh malam. Hari ini adalah tanggal lima belas, hari masa suburnya. Anak pertamanya adalah seorang anak perempuan. Sejak lama, mertua terus desak dia untuk segera punya anak kedua. Kalau keluarga lain yang berkata begitu, mungkin dia sudah tanya dengan sinis, memangnya keluarga kalian punya takhta kerajaan yang harus diwariskan? Namun Keluarga Hidayat memang beda. Mereka adalah keluarga terkaya di Jerisa, dengan kekayaan capai ratusan triliun rupiah. Dan semua harta itu hanya tunggu seorang pewaris laki-laki.

Saat masuki kamar tidur, Lukas Hidayat sudah selesai mandi dan bersiap. Nggak ada sapaan, nggak ada perhatian. Mereka langsung lakukan apa yang memang jadi tujuan pertemuan malam itu. Tiga menit kemudian, Lukas masuk ke kamar mandi. Nggak lama setelah itu, dia keluar sambil belakangi Susan, kenakan pakaian.

"Cek terus hasil tesnya. Kalau sudah muncul dua garis, baru hubungi aku."

Selama lima tahun menikah, begitulah cara Lukas perlakukan dia. Hemat kata. Dingin. Seolah nggak ada sedikit pun kehangatan antara suami dan istri. Pernikahan mereka tinggal nama.

Lukas pelihara wanita lain di luar sana. Susan pernah habiskan waktu berhari-hari telusuri seluruh akun media sosial suaminya. Setelah temukan sedikit petunjuk, akhirnya dia berhasil temukan akun wanita itu. Sejak saat itu, diam-diam Susan awasi dia.

Wanita tersebut rajin bagikan kehidupannya. Mulai dari menu sarapan, makan siang, dan makan malam, hingga ulang tahun, hari raya, dan berbagai momen spesial lainnya. Sebelum rencana punya anak kedua dimulai, Susan hampir nggak pernah bisa ketemu Lukas. Sekarang, mereka hanya ketemu sebulan sekali. Tahu suaminya hendak segera pergi, Susan buru-buru bangkit.

"Bisa nggak kita bicara?"

Lukas noleh. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.

"Tentang apa?"

Susan pelankan suara. Nada bicaranya nyaris terdengar memohon.

"Aku mau jalani rumah tangga kita dengan baik."

Dia tahu, pernikahan ini sebenarnya sudah nggak layak dipertahankan. Namun, dia masih ingin coba. Gimana jika masih ada harapan?

Dia telah susah payah nikahi pria yang dicintainya dan lahirkan putri mereka. Dia nggak ingin pernikahan itu berakhir dengan kegagalan. Namun ucapannya tenggelam begitu saja. Nggak tahu Lukas beneran nggak dengar atau hanya pura-pura tuli.

Setelah kenakan pakaian dan jam tangannya dengan rapi, dia melangkah keluar. Tepat sebelum Lukas pergi, Susan akhirnya nggak mampu lagi tahan semuanya.

"Lukas! Kamu cuma pulang ke Vila Permai sebulan sekali. Kamu nggak pernah telpon aku lebih dulu. Kita belum pernah makan bersama sekalipun. Hati kita sudah lama saling menjauh, menurutmu, pernikahan seperti ini apa masih pantas disebut pernikahan?"

Langkah Lukas terhenti. Beberapa saat kemudian dia noleh. Tatapannya tetap dingin. Dia abaikan air mata istrinya, abaikan segala luka dan keluh kesahnya. Yang keluar dari bibirnya hanyalah satu kalimat.

"Kalau kamu sudah hamil anak laki-laki, aku bakal balik tinggal di Vila Permai."

Selesai berkata demikian, dia pergi tanpa noleh lagi. Susan berdiri mematung. Dia nggak kejar lagi.

Delapan tahun cinta dengan Lukas, lima tahun jadi istrinya. Dia sudah berikan segalanya. Bahkan ketika lahirkan putri mereka, dia alami emboli air ketuban. Dokter sampai tiga kali keluarkan peringatan kondisi kritis. Meski begitu, dia tetap rela pertaruhkan nyawanya sekali lagi demi lahirkan anak laki-laki sebagai pewaris Keluarga Hidayat. Namun pada detik ini dia mulai bertanya-tanya. Apa semua itu benar-benar sepadan? Atau sejak awal semuanya memang nggak pernah layak untuk diperjuangkan?

Selesai mandi, Susan keluar dari kamar mandi. Seperti biasa, dia ambil HP-nya, buka sebuah aplikasi video, lalu masuk ke daftar "Sering Dilihat". Di sana hanya ada satu akun. Foto profilnya menampilkan gadis berwajah manis.

Nama akunnya: Yesi Nugraha.

Saat buka berandanya, Susan dapati sebuah video baru yang diunggah dua menit lalu. Video itu hanya berisi foto dua bayangan orang di bawah lampu jalan. Namun di sudut kanan bawah foto, tampak jelas dua tangan yang saling genggam erat. Di pergelangan masing-masing terpasang gelang pasangan. Keterangan videonya berbunyi:

[Di bawah lampu jalan ada dua bayangan. Yang satu milikku, dan yang satunya lagi juga milikku.]

Dada Susan terasa sesak. Namun dibandingkan saat pertama kali tahu hubungan mereka hingga rasanya dunia runtuh, kali ini dia justru begitu tenang. Mungkin karena dia sudah terbiasa.

Setiap kali Lukas buru-buru tinggalkan dia, semuanya hanya demi temui wanita itu. Tetapi setelah tenangkan diri dan pikirkan lagi, Susan tetap hibur dirinya sendiri. Selama Lukas masih inginkan dia untuk lahirkan pewaris laki-laki Keluarga Hidayat, maka posisi Nyonya Hidayat nggak akan pernah direbut siapa pun. Hanya saja kepahitan pernikahan ini, harus dia telan sendiri.

...

Sebulan kemudian, jam tujuh malam. Susan genggam erat hasil pemeriksaan kehamilan yang baru saja keluar sambil bergegas pulang ke Vila Permai. Baru saja hendak melangkah masuki ruang tamu, suara ibu mertuanya, Lisa Inata, terdengar dari dalam.

"Lukas, umurmu sudah tiga puluh dua tahun. Kalau Susan tetap nggak bisa lahirkan anak laki-laki, suruh saja wanita di luar itu yang lahirkan untuk kamu."

Tanpa ragu, Lukas langsung nolak, "Itu nggak sama."

Lisa jadi kesal.

"Apa bedanya?"

Susan yang berdiri di luar pintu tanpa sadar mundur beberapa langkah. Untuk sesaat jantungnya berdegup pelan karena pria itu malah membelanya.

Benar juga. Seberapa pun liarnya Lukas di luar sana, istri sahnya tetap hanya dia. Namun nggak lama kemudian, suara Lukas kembali terdengar.

"Bu, apa Ibu lupa waktu Susan lahirkan Sinta dulu? Dia kena emboli air ketuban."

Bukannya luluh, Lisa malah semakin kesal.

"Kamu masih berani-beraninya ungkit itu? Orang lain lahirkan empat atau lima anak baik-baik saja. Hanya dia yang hampir mati segala. Benar-benar pembawa sial!"

Lukas sama sekali nggak tanggapi omelan ibunya.

Dia hanya berkata pelan, "Melahirkan itu risikonya besar. Yesi masih sangat muda. Aku nggak berani biarkan dia tanggung risiko seperti itu."

Kalimat itu hantam Susan seperti sambaran petir. Tubuhnya membeku. Air mata nggak sanggup keluar lagi. Lukas nggak tega biarkan Yesi pertaruhkan nyawanya. Lalu dirinya? Apa nyawanya memang nggak berarti?

Padahal Susan tahu Lukas nggak cinta dia, tahu kalau Lukas telah khianati dia. Susan juga tahu pernikahan mereka seharusnya sudah lama berakhir. Namun Susan masih begitu bodoh. Dia masih berharap bisa ikat hati Lukas melalui seorang anak.

Susan selalu kira, selama apa pun Lukas bermain-main di luar, status Nyonya Hidayat akan selalu jadi miliknya. Tetapi kenyataan jauh lebih kejam daripada yang pernah dia bayangkan.

Di mata Lukas, ternyata dirinya hanyalah alat untuk lahirkan pewaris. Padahal setelah lahirkan Sinta Hidayat, dia pernah alami depresi berat. Bahkan lihat darah saja bisa pingsan.

Dia adalah wanita yang pernah ditarik kembali dari ambang kematian oleh para dokter. Lukas takut Yesi alami sesuatu. Namun Lukas lupa kalau tubuh Susan justru jauh lebih rapuh. Suara-suara dari dalam rumah masih terus terdengar. Namun Susan sudah nggak mampu dengar sepatah kata pun.

Dia rela pertaruhkan nyawanya demi teruskan garis keturunan Keluarga Hidayat. Sebagai balasannya dia habiskan malam-malam sendirian di ranjang yang dingin. Dan di atas kepalanya terbentang penghianatan yang begitu terang-terangan.

Susan genggam erat hasil pemeriksaan kehamilan di tangannya. Mungkin sudah waktunya semua ini diakhiri. Hari ini seharusnya jadi hari mereka kembali jalankan rencana punya anak kedua. Namun kini semuanya sudah nggak ada artinya lagi. Ternyata bikin hati benar-benar mati, semua itu hanya butuh satu momen. Anak yang ada di dalam kandungannya, rasanya juga nggak perlu dipertahankan lagi. Kalau orang lain nggak peduli pada hidup dan matinya ... setidaknya dia harus peduli pada dirinya sendiri.

Saat hendak berbalik pergi, Bu Tuti, salah seorang pembantu rumah tangga lihat dia.

"Nyonya, kamu sudah pulang?"

Susan balas dengan sebuah senyum tipis. Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk bicarakan perceraian.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status