Adrian melangkah masuk, berdiri di depan Rhea seolah menjadi benteng pelindung, sementara matanya menatap Risa dengan kilatan intimidasi yang sangat tajam. "Risa," ujar Adrian dengan suara tajam menekan. "Keputusan memasukkan Rhea ke dalam proyek ini adalah perintah dari Pak Bram. Kalau kamu punya masalah dengan keputusan itu, sampaikan kepada saya, bukan melabrak Rhea."Nathan yang sejak tadi diam mengawasi, tak tahan juga untuk tak menimpali. "Kinerja Rhea itu lebih bagus dibanding teman kamu. Begini saja, suruh Andini untuk datang ke ruangan saya sore ini. Bagaimana?"Risa menarik napas panjang, ia tak sanggup membalas sepatah kata pun. Dengan menundukkan kepala penuh rasa malu, ia buru-buru keluar dari pantri. Adrian berbalik menatap Rhea, matanya melembut seketika. "Kamu enggak apa-apa, Rhea?" Rhea menghela napas lega, mengulas senyum tipis. "Saya enggak apa-apa, Pak Adrian dan Pak Nathan. Terima kasih atas pembelaannya."
Última actualización : 2026-09-10 Leer más