"Siapa wanita berdarah yang kau bawa ke bawah atap De Luca, Alaric?"Suara bariton yang berat, dalam, dan sarat akan dominasi mutlak itu bergaung dari arah pintu ganda aula utama. Tuan Besar De Luca, pria paruh baya berambut perak dengan tongkat berkepala serigala emas, melangkah masuk tanpa mengetuk. Di sampingnya, berdiri Lord Voss, patriark dinasti mafia Marseilles yang bertubuh jangkung dengan tatapan mata sehitam jelaga.Alaric berdiri tegak di puncak tangga melingkar, merapikan kancing kemeja hitamnya tanpa mengalihkan pandangan esnya. Rahangnya mengeras kaku, namun ekspresi wajahnya tetap dingin tak tersentuh."Kau melintasi batas wilayahku tanpa pemberitahuan, Ayah," sahut Alaric datar, suaranya tenang namun sanggup mengedapkan udara di ruangan itu."Ini wilayah De Luca, dan aku adalah pemilik sah takhta tertinggi keluarga ini," potong Tuan Besar De Luca seraya menghentakkan tongkat kayunya ke lantai marmer dengan dentang keras. "Marcus memberitahuku kau membawa pelacur jalana
Last Updated : 2026-08-06 Read more