Erika yang tengah memegang selembar dress berwarna lavender menoleh kaku ke arah pintu. Degupan jantungnya langsung berhenti sedetik. Di sana, seorang gadis berjalan dengan dagu terangkat sombong, Sofia. Dia mengenakan kacamata hitam besar meski berada di dalam ruangan, dengan gaya seolah-olah dia adalah pemilik sah butik baju ersebut. Padahal, baru beberapa jam lalu dia menangis histeris di lantai ruang kerja mansion Gavin. "Nona Sofia! Selamat datang kembali," sambut seorang pelayan yang sudah mengenal. Sofia hanya tersenyum singkat. Rupanya, meski kartu kredit utamanya sudah diblokir Jeremy, Sofia masih nekat mendatangi butik langganannya untuk sekadar mencuri-curi kesempatan memamerkan gengsi palsunya di depan sosialita lain. Begitu mata Sofia menangkap sosok Erika yang sedang berdiri di dekat rak pajangan utama, langkahnya langsung terhenti. Bibirnya mendengus sinis, lalu mencibir tajam. "Wah, wah ... Lihat siapa yang ada di sini," seru Sofia sengaja dikeraskan, menar
Terakhir Diperbarui : 2026-10-05 Baca selengkapnya