"Jujur, aku takut, Gavin," suara Erika bergetar kecil, menyuarakan isi hatinya yang paling jujur. "Apa yang membuatmu takut, Erika?" "Emm, semua ini terlalu cepat, terlalu mewah, dan asing buat aku." "Erika, kamu istriku sekarang, sah di hadapan Tuhan dan masyarakat. Kamu berhak untuk bahagia." "Aku terbiasa hidup di tempat sempit, diabaikan, dan dianggap tak ada. Masuk ke duniamu, rasanya seperti berdiri di atas jembatan kaca yang rapuh." "Dengar Erika ..." "Nggak, dengarkan aku dulu," potong Erika cepat. Gavin langsung mengalah dan membiarkan gadis itu meluapkan isi hatinya. "Aku takut kalau suatu hari nanti aku bangun dari mimpi ini dan sadar aku nggak pantas berada di sini di sampingmu." Mendengar kejujuran yang rapuh itu, dada Gavin seperti dihantam sebongkah batu yang besar. Tanpa ragu, pria itu maju selangkah, sehingga hampir tak ada jarak di antara mereka, lalu meren
Last Updated : 2026-10-01 Read more