Tanpa membuang waktu, mereka berdua mulai mengelilingi studio itu dengan ditemani seorang karyawan yang ditugaskan memandu Gavin dan Erika. "Gimana, kamu suka nggak?" tanya Gavin. Erika menunduk sebentar, lalu berkata pelan, "Maaf, Gavin. Aku nggak suka studio ini." "Hah? Kamu nggak suka? Loh kenapa?" respon Gavin kaget. "Iya. maaf. Aku nggak suka, tapi aku cinta ama Studio inj," canda Erika yang membuat dada Gavin yang tadinya hampir sport jantung, langsung lega. "Duh, candaannya bikin orang jantungan," gerutu Gavin sambil menjawil hidung Erika. Pipi Erika langsung merona merah padam seperti kepiting rebus. Dia mendorong pelan dada Gavin sambil tertawa malu. "Iih, modus! Tapi, maaf, Boss, aku janji nggak bakal becanda kayak gini lagi." "Baiklah, permintaan maaf diterima." Kedua pasangan itu tertawa tergelak. Hati Erika dipenuhi kehangatan. Kini, dia mulai melihat sisi lain dari Gavin, kalau dia adalah pria dewasa yang bisa diandalkan. "Erika, aku mau bilang satu hal," uc
Terakhir Diperbarui : 2026-10-07 Baca selengkapnya