"Sayangku, kalau bukan untuk kita, siapa lagi coba?" Jeremy memasang muka paling songong sedunia, sambil merapikan kerah jasnya. "Kamu memang pria yang beruntung dan luar biasa, Jeremy," ucap Sofia dengan kesan manja yang dibuat-buat.Tubuhnya melenggak-lenggok di depan Erika yang hanya terdiam. Kepala pelayan senior yang bawa hadiah itu sempat mengerutkan kening. Dia maju selangkah, berniat buka suara buat memberi tahu kalau seluruh kado mewah ini khusus buat Tuan Muda Gavin dan istrinya. Sayangnya, sebelum sempat buka mulut, Jeremy buru-buru memotong sambil ngerogoh saku jasnya.Tanpa sepengetahuan siapa pun, Jeremy menyelipkan amplop tebal penuh lembaran uang tunai ke tangan si pelayan. "Udah, nggak usah banyak ngomong. Kamu paham kan maksudku? Anggap aja ini rezeki buat kurir teladan," bisik Jeremy sok akrab, menyogok pelan supaya si pelayan manggut-manggut nurut sama skenarionya. Si pelayan sempet melotot kaget saat menerima amplop itu, tapi dia milih diam dan manggut terp
Terakhir Diperbarui : 2026-09-25 Baca selengkapnya