Emosi dan penasaran, dia terus membuka pesan berikutnya. 'Kalau kamu menceritakan ini kepada Gavin, aku akan memastikan dia melihat foto-fotomu.' Gavin mendadak berhenti menggulir layar. Foto-foto itu. Jadi, bukan satu foto, tapi banyak, dan ancaman ini terus berlangsung ketika dia sedang sibuk mencari tahu siapa pelakunya. "Bangsat licik!" Kemarahan Gavin semakin memuncak, seseorang sengaja menggunakan foto tersebut untuk menekan Erika, membuatnya takut, dan mengendalikan apa yang berani atau tidak berani dia lakukan. Gavin menelan ludah kasar, pikirannya berkecamuk. “Jadi, kamu menerornya dengan cara seperti ini, heh?” Pria itu kembali membaca pesan-pesan tersebut seakan ingin mempelajari setiap kata yang ada. Namun, kali ini, dia tidak lagi sekadar melihatnya sebagai ancaman dari orang asing. Dia mulai membayangkan bagaimana rasanya menjadi Erika, menerima pesan seperti itu seorang diri. Selama beberapa jam di ruang kerja, dan setiap kali ponsel Erika berbunyi, pasti g
Last Updated : 2026-10-20 Read more