Sinar matahari pagi nerobos masuk lewat celah tirai penthouse Vane Tower, memantul hangat di atas seprei sutra yang berantakan.Aku terbangun dengan lengan kokoh Adrian yang melingkar erat di pinggangku. Aroma maskulin bercampur wangi vanila memenuhi indra penciumanku. Saat aku bergerak pelan, Adrian makin mempererat pelukannya, membawa tubuhku makin menempel di dada bidangnya yang hangat."Mau ke mana, hm?" suara berat khas bangun tidur milik Adrian bergetar halus di dekat telingaku.Aku menoleh, menatap wajah tampannya dari dekat. Rambut hitamnya sedikit berantakan, tapi justru membuat aura ketampanannya makin liar dan menawan."Mau cek laporan bursa saham pasca-pernikahan kita, Tuan Vane," kataku sambil menyunggingkan senyum miring yang manis.Adrian terkekeh rendah. Dia membalikkan tubuhnya, menindihku secara lembut dengan kedua tangannya menopang di kiri dan kanan kepalaku. Mata hitam pekatnya menatapku penuh pendar gairah dan obsesi yang belum padam."Hari ini tidak ada laporan
Última atualização : 2026-09-03 Ler mais