“Apa?”Dahi Aeri berkerut sesaat, seakan telinganya salah menangkap kata. Lalu garis itu hilang, dan wajahnya kembali datar seperti tak pernah ada yang mengusiknya.Noah menatapnya tanpa emosi. Datar, tapi bukan datar yang biasa. Ini tatapan yang belum pernah pria itu tunjukkan padanya, dingin sampai terasa menusuk tulang.“Apa kau tuli? Kau tidak boleh ikut, Ivy.”Jawaban itu membuat Aeri mengerti satu hal. Pria ini tak akan lagi mendengar apa pun yang ia katakan, sebanyak apa pun ia menjelaskan.Dada wanita itu menyempit, tapi suaranya keluar datar, nyaris tanpa nada, dan matanya makin kosong saat menatap Noah. “Baik, aku mengerti.”Noah melirik lama, seperti hendak mengatakan sesuatu lagi. Tapi ia hanya berbalik dan naik ke ambulans, menemani Olivia yang sudah berbaring di dalam.Aeri menatap ambulans itu tanpa bergerak, sampai lampu merahnya mengecil dan hilang di tikungan. Telapak tangannya dingin, jemarinya mati rasa. Ia baru sadar sudah lama sekali tak berkedip.“Apa kau baik-b
Huling Na-update : 2026-10-14 Magbasa pa