"Naya ...."Lirih dan terbata suara Abi saat menggumamkan nama anaknya. Bahkan, sampai tak sadar genggaman tangannya di bahu Mireya perlahan terlepas. Lantas dengan langkah pelan dan berat, ia mendekati sang anak yang terus menatap ke arahnya."Sayang, dengarkan penjelasan Papa. Ini—""Semua udah jelas, Pa. Mireya anak kandung Papa, kan?" pungkas Kanaya. Meski nada suaranya pelan, tetapi derai air mata yang kian deras sudah cukup untuk menggambarkan kekecewaannya."Papa minta maaf, Sayang, Papa tidak ada maksud untuk menyakiti kamu dan mamamu. Dulu Papa hanya ... hanya ... ah!" Abi mengusap kasar wajahnya. Terlalu buntu otaknya untuk merangkai kalimat yang tepat."Kupikir menikah dengan ibunya Davin adalah hal paling menyakitkan yang Papa lakukan, tapi ternyata ... masih ada yang jauh lebih menyakitkan. Pa, setelah ini apa lagi kejutan dari Papa? Kasih tahu aja sekarang, Pa, biar sakitnya sekalian. Aku capek kalau harus hancur berkali-kali," ucap Kanaya sambil tersenyum kecut, di teng
Last Updated : 2026-09-16 Read more