Awalnya Davin membawa Kanaya ke klinik kampus, mempercayakan keselamatan gadis itu pada tenaga medis yang ada di sana. Namun, karena dua jam lebih diinfus kondisi Kanaya tak kunjung membaik, akhirnya Davin memutuskan untuk membawa Kanaya ke rumah sakit. Wajah pucat, tubuh lemas, dan tekanan darah yang sangat rendah membuat Davin khawatir. Oleh sebab itu, ia memilih menunda urusannya—membersihkan masalah kemarin, demi mengantar Kanaya agar mendapat penanganan yang lebih baik. Dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap dan dokter yang lebih ahli, ia berharap Kanaya lekas pulih dalam waktu dekat. Ia tak tega melihat gadis itu terbaring lemah, sementara sang ayah entah ke mana. Dari detik pertama Kanaya masuk klinik kampus, Davin sudah berusaha menghubungi Abi. Namun, berkali-kali ia menelepon, tak sekali pun Abi meresponnya. Bahkan, saat Davin meninggalkan pesan, Abi masih tak membacanya sampai beberapa jam kemudian. Sampai kini mereka sudah tiba di rumah sakit, Abi masih belum membu
Last Updated : 2026-09-21 Read more