Melihat tangannya ditepis dan dihalangi oleh tiga wanita sekaligus, Dita bukannya mundur, melainkan makin ngeyel. Dengan mata yang mulai memerah, ia mencoba merangsek naik satu anak tangga lagi."Dilan, tolong dengarkan aku dulu!" seru Dita dengan suara bergetar, mengabaikan tatapan heran dari para tamu bisnis di ruang tengah. "Aku ke sini cuma mau tahu keadaan kamu! Aku khawatir, Dilan! Kenapa kamu malah membiarkan wanita-wanita ini melarang aku mendekat? Aku ini...""Cukup, Dita!"Suara Dilan memotong tajam, memutus kalimat Dita seketika. Suara itu tidak berteriak, namun nada dingin dan ketegasannya membuat seluruh ruangan mendadak hening. Dilan melangkah turun satu anak tangga, menatap Dita lurus-lurus dari ketinggian dengan pandangan tanpa emosi."Pergi dari rumahku sekarang," tegas Dilan, suaranya terdengar sangat jelas. "Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Keputusanku sudah final dan persidangan perceraian kita juga sudah selesai. Jangan pernah datang ke sini lagi."
Last Updated : 2026-10-16 Read more