Rasa panas membakar menjalar hingga ke telinga Alena. Kata-kata Dilan yang begitu lugas, tajam, dan penuh dengan nada jijik rasanya bagaikan tamparan keras yang meremukkan harga dirinya sebagai putri tunggal keluarga terpandang. Selama hidupnya, tidak pernah ada satu pria pun yang berani menatapnya dengan pandangan sebenci itu, apalagi membongkar ambisi terselubungnya secara telanjang di depan calon mertuanya.Jemarinya mengepal amat erat di balik gaunnya. Hatinya menjerit murka, ingin rasanya ia membalas makian Dilan dan membalikkan meja di ruang tamu yang megah itu.Namun, Alena bukanlah wanita amatir yang gampang terpancing emosi hingga merusak panggung yang telah disusunnya dengan rapi.Dengan kontrol emosi yang luar biasa, Alena menarik napas halus dan mengembuskannya perlahan. Dalam hitungan detik, raut wajahnya yang sempat pucat pasi berubah menjadi ekspresi terluka yang amat anggun. Matanya berkaca-kaca secara alami, menampilkan sosok wanita lembut, berkelas, dan penuh kep
最終更新日 : 2026-10-06 続きを読む