Sambil menghentakkan kakinya keras-keras, Alena berlari turun menuju ruang keluarga. Wajah cantiknya ditekuk habis-habisan, mata diselimuti air mata buatan, dan napasnya dibikin terengah-engah seolah-olah baru saja mengalami hal yang sangat mengerikan.Di ruang keluarga yang luas itu, Pak Hendra dan Nyonya Hendra sedang duduk santai sambil menikmati cangkir teh hangat. Tak jauh dari mereka, Olivia, adik kandung Dilan yang masih duduk di bangku SMA, sedang bersandar santai di sofa empuk sambil memegang tabletnya."Tante... Om..." panggil Alena dengan suara gemetar yang dibuat-buat, langsung menghampiri Nyonya Hendra dan merebahkan tubuhnya di samping wanita itu.Nyonya Hendra yang kaget langsung meletakkan cangkir tehnya. "Astaga, Alena! Ada apa, Sayang? Kenapa kamu menangis seperti ini?""Dilan, Tante..." adu Alena sambil mengusap sudut matanya dengan saputangan. "Dilan benar-benar sudah keterlaluan!"Pak Hendra melipat korannya dan mengerutkan kening. "Ada apa dengan Dilan, Ale
最終更新日 : 2026-10-11 続きを読む