Tiara memiringkan kepalanya, perlahan mendaratkan kecupan-kecupan kecil nan menggoda di sepanjang garis rahang Dilan hingga menempelkan bibirnya di leher tegap pria itu. Tiara mendesah halus di sela peraduan bibir mereka, merenggangkan jemarinya di atas bahu tegap Dilan.Berbeda dengan ciuman terburu-buru yang dilakukan Tiara sebelumnya, kali ini Dilan mengambil alih kendali permainan sepenuhnya."Kak Dilan, a-a-aku panggil Sayang, boleh?" Tiara coba menggoda Dilan, tapi Dilan hanya membalas dengan senyuman. Justru, yang dilakukan Dilan kemudian membuat bahu Tiara melengkung ke belakang.Seraya melingkarkan tangannya yang kekar ke punggung Tiara, Dilan lalu berujar, "Begini, enak? Atau tangan Kakak boleh masuk ke dalam bajumu, Sayang?""Ah, Kak, ma-ma-masukin aja!" Tiara yang tidak bisa menahan diri lagi, menarik tangan Dilan, memasukkan ke balik bajunya sehingga sentuhan dua kulit itu tidak terhindarkan lagi.Tiara merinding, dia lalu mengencangkan pelukannya di leher Dilan saat se
Last Updated : 2026-08-14 Read more