"Aku juga nggak tahu. Mungkin Kakek Nanda melihat ketulusanku, jadi dia ingin memberiku satu kesempatan lagi."Kerutan di wajah Michael tampak mengendur. Dia tersenyum dan berkata, "Putriku memang cantik. Selera Pak Nanda juga nggak salah. Kalau kamu memang berniat menjadi menantu Keluarga Danuarta, buatlah dia senang."Seraphine hanya menjawab "ya" dengan pikiran yang tidak sepenuhnya fokus.Mungkin, orang yang berada di balik sekat tadi adalah Riven. Jelas-jelas dia ada di sana, mengapa tidak muncul? Sebenarnya pria itu tidak menyukainya atau justru puas terhadapnya?Pemikiran orang tua memang sedalam lautan. Sulit sekali ditebak.Setelah kembali ke ruang kantornya, Seraphine menerima telepon dari Allysya."Sera, temanku bilang, Riven memang terkenal, tapi nggak pernah menerima wawancara media dan jarang muncul di depan umum. Aku sampai curiga, jangan-jangan wajahnya jelek sekali sampai nggak mau diperlihatkan ke orang lain. Kalau nggak, kenapa dia sok misterius begitu?""Mending kam
Read more