ANMELDENSeraphine Lorianto menemani Vesper Radian merintis usaha dari nol selama tiga tahun. Tepat ketika mereka akan melangkah ke jenjang pernikahan, dia tidak sengaja mengetahui bahwa Vesper sudah berselingkuh di belakangnya selama dua tahun. Pria yang selalu mengaku mencintainya itu, bahkan berkata seenaknya, "Dia sudah tua. Bunga secantik apa pun kalau dilihat terus-terusan pasti akan membosankan." "Selain aku, memangnya siapa lagi yang mau sama dia?" "Aku masih mau membujukmu dan menikahimu, jadi kamu harus menurut dan tahu berterima kasih padaku." Baru diberi sedikit kelonggaran, sudah berani kurang ajar? Pria yang sudah kotor hanya pantas dibuang ke tempat sampah. Tanpa sedikit pun rasa berat hati, Seraphine berbalik dan pergi. Dia pulang untuk mewarisi bisnis keluarganya dan menikah dengan penguasa keluarga konglomerat papan atas. Setelah kehilangan segalanya, si bajingan akhirnya sadar. Dia berlutut di depan rumah Seraphine dan memohon agar mereka kembali bersama. "Seraphine, aku mencintaimu. Ayo kita menikah." Sebelum Seraphine sempat menjawab, Evander sudah merangkul pinggang rampingnya. Dengan tatapan merendahkan dan sikap posesif, dia mengingatkan dengan nada masam, "Sayang, menikah dengan dua orang sekaligus itu melanggar hukum!"
Mehr anzeigenEvander sudah terbiasa dengan dua sisi sikapnya itu. Dia terkekeh pelan. "Kalau begitu, bukannya kamu kembali berutang budi padaku?""Bukannya semalam sudah kubalas?" Seraphine menjawab secara spontan."Beda dong. Semalam itu karena aku sudah membantumu keluar dari masalah ...."Seraphine tertegun sejenak, lalu tiba-tiba menyadari sesuatu. "Semalam kamu yang minta Pak Rodic turun tangan membantuku?""Menurutmu?"Pantas saja .... Semalam dia masih penasaran mengapa Rodic tiba-tiba membantunya. Jangan-jangan pria itu punya maksud lain terhadapnya? Ternyata dia terlalu percaya diri."Kenapa kamu nggak kasih tahu aku?"Kalau bukan karena Rodic turun tangan, mungkin manajer hotel dan Anders yang bekerja sama itu akan berhasil membuatnya tak berkutik karena dia tidak memiliki bukti yang cukup kuat."Bukannya sekarang aku sudah memberitahumu?"Seraphine menunduk. Jemarinya yang menggenggam ponsel sedikit menegang. "Kalau begitu, Pak Evander ingin aku membalas dengan apa?"Sebelum dia menjawab
"Oke, Ayah akan memercayaimu sekali lagi. Tapi sekarang juga, segera minta maaf ke kakakmu!"Zafira mengepalkan tangannya. "Kak, maaf!"Secepat itu menurut? Ada sedikit keterkejutan di mata Seraphine. Sejak kapan dia menjadi begitu pandai menundukkan diri demi mencapai tujuannya?Hal ini justru membuat Seraphine sedikit memandangnya dengan cara berbeda."Kamu keluar dulu. Ayah masih ingin bicara dengan kakakmu.""Ya." Sebelum pergi, Zafira memelotot tajam kepada Seraphine."Sera, apa Pak Nanda sudah menghubungimu?""Belum." Seraphine berdiri dan mempersilakan Michael duduk di sofa.Dia kemudian duduk di hadapan Michael, lalu mulai menyeduh teh dengan tenang. Gerakannya begitu lancar dan alami.Uap tipis mengepul, memenuhi ruangan dengan aroma teh. Dia menuangkan secangkir terlebih dahulu untuk Michael, baru kemudian menuangkan secangkir untuk dirinya sendiri dan menikmatinya perlahan.Michael menyesap sedikit. "Kemampuanmu menyeduh teh ternyata makin bagus dibandingkan tiga tahun lalu.
Selesai bersih-bersih, Seraphine pergi ke kedai sarapan untuk makan, baru kemudian berangkat ke kantor dengan santai.Dengan langkah yang sudah terbiasa, dia naik lift menuju lantai paling atas, ke kantor presdir.Setelah membuka pintu, dia melihat ternyata bukan hanya Michael yang berada di dalam ruangan. Zafira duduk manis di sofa. Tatapan yang diarahkan kepadanya mengandung sedikit rasa puas."Ayah mencariku?" Dia berjalan ke meja kerja dan bertanya dengan tenang. Saat membuka suara, barulah dia menyadari suaranya ternyata sangat serak."Masuk angin?" Michael mengangkat pandangan dan menatapnya dengan khawatir."Sedikit. Mungkin semalam agak kedinginan." Seraphine buru-buru mencari alasan untuk menjawab.Michael menatapnya dengan curiga. "Kamu pergi ke mana semalam?""Semalam aku ketemu teman. Selesai makan sudah terlalu larut, jadi aku nginap di rumah sahabatku.""Teman yang mana? Pria atau wanita?"Sepertinya Zafira telah memanfaatkan kesempatan ini untuk mengadu kepada ayah merek
"Siapa lagi? Tentu saja Seraphine, kakakku!" kata Zafira dengan kesal."Jangan bicara sembarangan! Mana mungkin kakakmu naik mobil pria? Kamu pasti salah lihat!" bentak Michael. "Aku tahu hubungan kalian sebagai saudara memang nggak rukun, tapi apa pun yang terjadi, kamu nggak boleh memfitnah kakakmu seperti itu."Zafira masih ingin membantah, tetapi Helena buru-buru menekan tangannya. "Fira cuma terlalu khawatir, jadi panik. Lagi pula, malam ini mereka berdua pergi ke pesta Rodic dan memang terjadi sedikit masalah."Michael duduk di sofa. "Apa yang terjadi?"Helena mengulangi cerita Zafira tadi. Namun, dia menyembunyikan fakta bahwa Zafira sengaja menjebak Seraphine dan akhirnya dipermalukan di depan semua orang. Dia hanya mengatakan bahwa Seraphine sengaja membuat Zafira malu di depan umum hingga akhirnya diusir dari hotel.Secara tidak langsung, dia menggambarkan Seraphine sebagai sosok yang demi mendapatkan posisi wakil direktur, tidak memedulikan hubungan keluarga dan rela menggun












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.