Seraphine menyambut senyuman nakal di mata Evander. Dia mengangkat alisnya. "Pak Evander sedang menggodaku?"Bibir tipis Evander melengkung membentuk senyum penuh kebebasan. "Kalau iya, apa kamu sudah tergoda?"Suaranya rendah. Napasnya dipenuhi suasana ambigu yang begitu menggoda.Jantung Seraphine bergetar tanpa alasan yang jelas. Dia menyentuh kerah kemeja pria itu, menariknya, dan langsung berjalan bersamanya menuju pintu. "Buka pintunya."Evander memasukkan kata sandi. Kalau Seraphine memperhatikannya dengan saksama, dia akan menyadari bahwa kode sandi itu adalah tanggal ulang tahunnya.Saat hampir melangkah masuk ke area pintu, Seraphine langsung melingkarkan tangannya ke leher Evander, berjinjit, lalu menciumnya.Sampai sejauh ini, kalau dia masih berpura-pura menahan diri, bukankah itu justru akan merusak suasana?Saat bibirnya yang lembut seperti kelopak bunga menyentuh bibir Evander, tatapan pria itu seketika menggelap seperti tinta. Lengan panjangnya melingkari pinggang ramp
Read more