“Loh, kok mendadak mau nginep lagi, Yan? Bukannya kamu bilang lebih enak berangkat dari kosan karena deket, ya?” sahut Maya tersenyum heran.“Iya, Yan. Bukannya lo emang lebih seneng tinggal di kosan, ya? Kemarin-kemarin aja betah, kan? Ada angin apa nih, tiba-tiba betah di rumah?” timpal Clara.Adrian membalas balasan sinis Clara, “Gak apa-apa, Kak. Besok kelas pagi gue dibatalin sama dosennya, diganti kelas siang. Jadi mikirnya enak di rumah, bisa kumpul sama kalian lagi.”“Bagus dong kalau gitu! Lagian Papa juga jarang-jarang bisa ngobrol lama sama kamu. Nginep aja, Yan. Kamar kamu juga bersih kan?” timpal Budi penuh semangat, bersemangat menyambut keinginan putranya.“Lo bukannya ada kegiatan lain ya besok pagi?” tanya Siska mencoba memancing, matanya menyipit menatap Adrian tajam seolah memberi sinyal peringatan yang sangat jelas di depan meja makan.“Ah, gak ada kok! Gue mah santai aja, kok!” jawab Adrian santai tanpa dosa, tersenyum lebar sambil menyesap teh hangatnya.Siska me
Última actualización : 2026-09-29 Leer más