Adrian menatap Siska yang masih berusaha mengatur napasnya di bawah kungkungan remang lampu tidur. Ia mengusap pelan pipi Siska yang memerah hangat, lalu membisikkan sebuah usulan, "Kak, coba lo yang di atas, dong!"Siska menggeleng pelan dengan mata setengah terpejam, napasnya masih terengah-engah. "Gue gak kuat, Yan! Lo aja yang di atas, terserah lo. Pake gue sepuasnya!" ucap Siska pasrah sambil membiarkan kedua tangannya terkulai di atas kasur."Beneran serah gue nih, Kak?" goda Adrian dengan bisikan rendah di telinga Siska."Banyak tawar lo! Udah buruan, sebelum ada yang kebangun," sahut Siska gemas, mendorong pelan dada Adrian walau tenaganya sudah terkuras.Akhirnya mau tidak mau Adrian kembali mempererat posisinya di atas tubuh Siska, mempertahankan arah pergerakan yang sama seperti sebelumnya. “Ini gara-gara pake pengaman, gue jadi lama keluarnya,” gumam Adrian dalam hati sambil menghela napas panjang, menahan dorongan emosi yang kian meluap."Kenapa ngelamun, Yan? Capek?" tan
Última atualização : 2026-09-27 Ler mais