Adrian melotot tajam ke arah Clara. Matanya hampir keluar karena kaget sekaligus panik dengan celetukan kakak tirinya yang asal ceplos di depan Mama mereka.“Kak, lo apa-apaan, sih?!” tegur Adrian dengan nada tinggi, menatap Clara penuh kejengkelan sambil mengusap mulutnya yang masih basah.“Ya abisnya lo ngeselin! Pintu dikunci segala. Terus ditanya lagi ngapain, malah jawab lagi nonton bokep terus sambil mendesah kenceng! Kan jijik banget!” balas Clara kesal, sama sekali tidak mau kalah.Ia lalu menoleh ke arah Siska yang berdiri membeku di sebelahnya. “Iya kan, Kak Siska? Jijik banget, ya?”Siska terkesiap hebat, matanya membelalak lebar dengan raut wajah panik setengah mati. Suaranya sampai tercekat di tenggorokan. “Heuh! I-iya, Clar! Jijik gue juga,” sahut Siska patah-patah sambil memalingkan wajah, menyembunyikan rona merah yang mendadak membakar pipinya.Maya yang sedang mengaduk masakan di atas kompor menggeleng-gelengkan kepala. Namun, bukannya marah besar atau memarahi Adria
Última actualización : 2026-10-16 Leer más