Mata Adrian melotot lebar dengan raut wajah terkejut, tak menyangka Siska justru membimbingnya menuju arah tangga lantai bawah.“Kak, kita mau main di bawah?” tanya Adrian, berbisik panik.Siska tidak menjawab sama sekali. Ia hanya terus melangkah santai menuruni anak tangga sambil menggenggam jemari Adrian, sampai akhirnya mereka berdua tiba di area dapur lantai satu.“Kita mau main di sini, Kak?” tanya Adrian lagi, memandangi meja makan dan peralatan dapur di sekeliling mereka.Siska berbalik, menatap Adrian santai. “Lo udah sarapan apa belum tadi pagi?” tanya Siska.Adrian menggelengkan kepalanya pasrah. “Belum!”“Ya udah, gue juga belum. Gue laper mau makan dulu, bentar gue angetin dulu lauknya,” ujar Siska sambil berjalan menuju kompor dan mengambil wajan.Adrian melongo, melipat kedua tangannya di dada. “Yahh... kirain mau ngajak main, Kak?” keluhnya dengan nada kecewa.“Lo mah yang ada di otak selangkangan mulu. Males deh, gue!” sahut Siska, gemas sambil menyalakan api kompor.
Última atualização : 2026-10-10 Ler mais