Sejak meninggalkan koridor tadi, Aeloria belum berhenti mengomel dalam hati. Langkahnya cepat menuju kelas, sementara satu tangannya sibuk memasukkan ponsel ke dalam tas dengan gerakan kasar. Begitu sampai di bangku, ia langsung menjatuhkan tas ke atas meja dan mengembuskan napas panjang.Freyana yang baru saja duduk menoleh. “Kenapa muka lo kayak habis dikejar debt collector?”Aeloria langsung menarik kursi. “Gue baru ketemu Alaric.”Vania yang sedang membuka bungkus makanan berhenti. “Alaric?”“Alaric Zieroun.”Freyana menatap Vania, lalu kembali menatap Aeloria. “Yang ketua BLACK VORTEX itu?”Aeloria mengangguk cepat. “Iya. Dan gue baru tahu setelah gue ngobrol sama dia.”Vania perlahan meletakkan makanannya. “Lo ngobrol sama Alaric?”“Bukan cuma ngobrol.” Aeloria menutup wajah dengan kedua tangan. “Gue nabrak dia, numpahin minuman ke sepatunya, bilang dia sombong, terus gue ancam pakai nama dia sendiri.”Freyana terdiam, Vania juga terdiam, karena menurut mereka ini cerita serius,
Last Updated : 2026-08-25 Read more