Terjebak Cinta Ketua Geng Motor

Terjebak Cinta Ketua Geng Motor

last updateLast Updated : 2026-09-11
By:  Senia DeaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aeloria Valeska hanya ingin menjalani masa sekolahnya dengan tenang. Namun, karena terlalu sering didekati cowok, ia nekat berbohong bahwa dirinya sudah memiliki pacar. Masalahnya, nama yang Aeloria gunakan bukan nama sembarangan. Alaric Zieroun—ketua Black Vortex, cowok paling ditakuti di sekolah. Bukannya marah setelah mengetahui kebohongan itu, Alaric justru memutuskan untuk memainkan peran sebagai pacar Aeloria. Awalnya hanya pura-pura. Namun, ketika Alaric mulai terlalu serius menjalankan perannya, Aeloria justru terjebak dalam hubungan yang seharusnya tidak pernah ada. Dan yang paling berbahaya adalah ketika pura-pura mulai terasa nyata.

View More

Chapter 1

Bab 01 - Jalan Pintas Bernama Alaric

Bel masuk berbunyi nyaring di seluruh gedung SMA Negeri Garuda, menandakan jam pelajaran akan segera dimulai. Aeloria Valeska baru saja menarik kursinya ketika seorang cowok berhenti di samping mejanya. Tangannya yang hendak membuka buku pun terpaksa berhenti.

“Ael.”

Aeloria mendongak dan mendapati cowok itu sedang menyodorkan sebuah cokelat kecil yang dibungkus rapi. Ia menatap benda itu sebentar sebelum mengalihkan pandangan ke wajah cowok tersebut.

“Buat lo,” katanya sambil tersenyum.

“Gue nggak suka cokelat.”

“Terus gue kasih yang lain.”

“Gue juga nggak suka bunga.”

“Kalau makanan?”

“Gue bisa beli sendiri.”

Cowok itu terkekeh, bukannya menyerah. Ia malah menarik kursi kosong di depan meja Aeloria dan duduk santai, seolah penolakan barusan sama sekali tidak berarti. Aeloria hanya memandangnya datar sambil mengetuk-ngetukkan ujung pulpen ke permukaan meja.

“Kalau gitu gue temenin lo aja.”

Aeloria mengembuskan napas panjang. Ia sudah bisa menebak ke mana arah percakapan ini, dan jujur saja, kepalanya mulai terasa penuh hanya dengan membayangkannya.

“Lo masih mau duduk di situ?” tanyanya.

“Iya.”

“Kenapa?”

“Karena gue suka sama lo.”

Aeloria menunjuk kursi yang sedang diduduki cowok itu. “Gue nggak suka sama lo.”

“Belum.”

“Sekarang juga nggak.”

Cowok itu malah tertawa kecil. “Galak banget.”

“Terus kenapa?”

“Nggak apa-apa. Malah makin suka.”

Aeloria memutar bola mata sebelum kembali membuka bukunya. Ia sengaja mengabaikan cowok itu dan mulai membaca halaman pertama, berharap isyarat tersebut cukup jelas untuk membuatnya pergi. Beberapa detik kemudian, kursi di depannya bergeser dan suara langkah kaki terdengar menjauh.

“Gue pergi dulu.”

Aeloria tidak mengangkat kepala. “Bagus.”

“Tapi gue nggak bakal nyerah.”

Barulah Aeloria mendongak. Cowok itu sudah berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana, masih memasang senyum yang sama.

“Silakan,” balas Aeloria santai. “Gue juga nggak bakal berubah pikiran.”

Cowok itu akhirnya pergi. Begitu sosoknya menghilang di balik pintu kelas, Aeloria menjatuhkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil mengusap wajah dengan kedua tangan. Ia bahkan belum sempat menikmati suasana pagi, tetapi sudah harus menghadapi satu orang yang datang dengan niat mendekatinya.

Dan itu bukan kejadian pertama.

Rambut hitam panjang yang tergerai melewati bahunya sering membuat beberapa kepala menoleh ketika Aeloria berjalan melewati koridor. Wajahnya yang manis, kulit cerah, dan sorot mata yang bisa berubah tajam ketika sedang kesal membuatnya cukup mudah dikenali di antara ratusan siswa SMA Negeri Garuda. Bahkan dengan seragam yang sama seperti siswi lainnya, Aeloria tetap sering menjadi bahan pembicaraan.

Sayangnya, perhatian seperti itu bukan sesuatu yang ia cari.

“Ael, lo sadar nggak sih?” Freyana Jasmine tiba-tiba menarik kursi di sampingnya. Gadis itu menopang dagu dengan satu tangan sambil menahan tawa, sedangkan Vania Azalea ikut mendekat dari meja sebelah.

“Apaan?”

“Setiap hari ada aja yang nyamperin lo.”

Aeloria melirik pintu kelas yang tadi dilewati cowok tersebut. “Gue sadar.”

Vania tertawa kecil. “Harusnya lo bersyukur. Banyak yang suka sama lo.”

Aeloria langsung menatapnya. “Bersyukur apanya?”

“Ya, berarti lo laku.”

“Gue lebih suka nggak laku.”

Freyana tertawa sampai bahunya berguncang. “Aneh banget.”

“Gue cuma mau sekolah dengan tenang.”

Vania mengangkat alis. “Terus kenapa nggak punya pacar aja?”

“Pacar?”

Aeloria mengernyit. “Buat apa? Biar yang ngejar gue pindah status jadi mantan?”

Freyana dan Vania saling pandang sebelum tertawa bersamaan. Aeloria hanya menghela napas dan memasukkan bukunya ke dalam tas ketika bel istirahat berbunyi.

Sayangnya, ketenangan yang ia cari kembali tidak bertahan lama.

Kantin SMA Negeri Garuda sudah dipenuhi siswa ketika Aeloria, Freyana, dan Vania duduk di salah satu meja. Aeloria baru mengambil sendok ketika seorang cowok dari kelas sebelah datang membawa minuman dingin dan berhenti tepat di hadapannya.

“Ini buat lo, Ael.”

Aeloria menatap gelas tersebut, lalu menggesernya kembali menggunakan dua jari. “Gue nggak mau.”

“Coba dulu.”

“Gue bilang nggak mau.”

Cowok itu menghela napas. “Kenapa sih susah banget dideketin?”

“Karena gue nggak tertarik.”

“Lo punya pacar?”

Tangan Aeloria yang sedang memegang sendok berhenti. Freyana ikut menurunkan gelasnya, sementara Vania perlahan menoleh dengan tatapan penasaran.

Cowok itu kembali bertanya, “Lo punya pacar?”

Aeloria sebenarnya bisa saja menjawab tidak seperti biasanya. Namun, setelah mengingat semua cowok yang sudah berkali-kali mendekatinya, ia merasa jawaban itu hanya akan membuat masalah baru. Kalau bilang tidak, cowok ini mungkin akan terus mengejar; kalau bilang iya, mungkin semuanya bisa selesai hari ini.

“Punya.”

Jawaban itu keluar begitu saja.

Freyana langsung membelalakkan mata. “Hah?”

Vania hampir tersedak minumannya sendiri. “Lo punya pacar?”

Aeloria mengabaikan keduanya dan tetap menatap cowok di depannya. “Kenapa?”

Cowok itu masih terlihat tidak percaya. “Serius?”

“Iya.”

“Siapa?”

Aeloria mendadak kehilangan jawaban. Matanya bergerak ke sekitar kantin, mencari nama yang sekiranya cukup ampuh untuk membuat cowok ini mundur dan tidak pernah bertanya lagi.

Lalu sebuah nama muncul begitu saja di kepalanya.

“Alaric.”

Cowok itu mengernyit. “Alaric siapa?”

Aeloria menarik napas pendek sebelum menyebut nama lengkapnya. “Alaric Zieroun.”

Gelas di tangan Vania nyaris terlepas. Freyana menatap Aeloria dengan mata membesar, sedangkan cowok di hadapan mereka perlahan menghilangkan senyum dari wajahnya.

“Alaric Zieroun?”

Aeloria mengangguk mantap. “Iya.”

“Ketua BLACK VORTEX?”

“Iya.”

Cowok itu terdiam beberapa detik. Tatapannya berpindah dari Aeloria ke minuman yang masih berada di atas meja, kemudian kembali menatap Aeloria.

“Oke.”

Aeloria mengangkat alis. “Oke?”

“Gue pergi dulu.”

Cowok itu langsung mengambil minumannya dan berbalik. Kali ini tidak ada rayuan, tidak ada janji akan terus mengejar, bahkan tidak ada usaha untuk meminta kesempatan kedua.

Aeloria menatap punggungnya yang semakin jauh, lalu perlahan menyandarkan tubuh ke kursi. Sudut bibirnya terangkat tanpa sadar.

Berhasil.

“Gila, Ael.”

Freyana masih menatapnya seperti tidak percaya. “Lo barusan ngaku pacaran sama Alaric Zieroun.”

Aeloria mengambil minumannya dengan santai. “Terus?”

“Lo sadar nggak siapa yang namanya baru aja lo pakai?”

“Ketua BLACK VORTEX.”

Vania menggeleng pelan. “Dan lo nggak takut?”

Aeloria memasukkan sedotan ke dalam gelas, lalu mengaduk es batu dengan santai. “Kenapa harus takut? Dia juga nggak bakal tahu.”

Freyana menghela napas panjang. “Semoga aja.”

Aeloria tersenyum puas sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Untuk pertama kalinya, ia berhasil membuat seseorang mundur tanpa harus menolak berkali-kali. Kalau cara ini berhasil, mungkin mulai sekarang ia benar-benar bisa menjalani hari-harinya tanpa gangguan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status