"Pagi Kak!"Gavin menyapa dengan riang seperti biasa. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Tidak ada pelukan dari belakang, tidak ada usapan jahil di kepala Clarissa, apalagi kecupan ringan yang biasanya sengaja ia curi untuk mengusik wanita itu.Pemuda itu hanya berjalan melewati punggung Clarissa yang sedang memasak sarapan mereka.Dari sudut matanya, Gavin menangkap senyuman tipis di wajah wanita yang terpaut tujuh tahun dengannya itu. Senyum sederhana yang seharusnya membuat hatinya lega, tetapi justru terasa menyakitkan karena ia tahu Clarissa sedang berusaha memperbaiki keadaan di antara mereka."Gavin, aku minta ma—""Sudahlah, Kak ..."Gavin memotong kalimatnya. Senyum di wajahnya masih bertahan, tetapi sorot matanya berubah serius."Sekali lagi kau minta maaf. Aku akan benar-benar keluar dari apartemen ini selamanya."Ia menegakkan punggung, kemudian meraih piring dari tangan Clarissa yang belum sempat diletakkan di meja. Gerakannya tenang, nyaris tanpa cela, seolah anca
Last Updated : 2026-10-12 Read more