"Gavin, plis jangan giniin aku—""Trus aku harus bersikap gimana sama kakakku?" sahut Gavin, memotong kalimat Clarissa.Tatapannya tertahan beberapa detik pada wajah Clarissa. Ada luka yang jelas terlihat di sana, tetapi Gavin buru-buru mengalihkannya. Ia mengembuskan napas panjang, seolah sedang mengumpulkan sisa kendali yang hampir terlepas."Jangan ge-er dulu, Kak."Gavin tersenyum tipis, tetapi senyum itu sama sekali tidak mencapai matanya."Aku bukan anak kecil lagi."Tangannya mengepal di sisi tubuh, lalu perlahan mengendur."Aku punya hati ... aku punya perasaan."Suaranya merendah. Kali ini tidak ada nada menggoda seperti biasanya ketika ia berbicara kepada Clarissa.Namun, Gavin segera mengangkat wajahnya kembali. Ia berusaha memasang ekspresi tenang, meski matanya mulai memerah."Tapi aku gak akan pernah maksa kamu nerima aku lebih dari sekedar adik."Ia menelan ludah, kemudian tersenyum kecil sambil mengangguk seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri."It's oke, I'm fine!"
Last Updated : 2026-10-08 Read more