Aku berdiri di ambang pintu tanpa berbalik.Angin berembus masuk. Mataku terasa panas, tetapi aku tidak membiarkan air mata jatuh.“Oscar, kamu benar. Aku memang pantas dicintai.”“Karena itu, aku memilih pergi ke tempat yang akan mencintaiku.”“Bukan berada di sisimu.”“Bu Sheila, ada paket untuk Anda.”Petugas resepsionis dari kantor baruku datang sambil membawa sebuah kotak kardus. Alamat pengirimnya berasal dari kota lamaku. Pengirimnya Oscar Sebastian.Aku sempat ragu, tetapi akhirnya tetap membukanya. Paling atas terdapat sebuah map dokumen. Di dalamnya terdapat surat perjanjian pembatalan pertunangan. Di halaman terakhir, nama Oscar Sebastian tertera di sisi kanan. Tinta tanda tangannya tampak tebal, seolah dia menekannya dengan sekuat tenaga.Tanggal yang tertera adalah tiga hari lalu.Di bawah map itu terdapat beberapa benda. Buku catatan renovasi yang dulu kutulis. Dia membungkusnya dengan satu lapis bubble wrap, lalu menyelipkan sebuah kartu.[Ini kukembalikan kepadamu. Di
Read more