"Nino, kamu kapan pulang? Ibu kangen sama kamu."Suara di seberang telepon terdengar agak bising, seperti sedang berada di taman bermain.Tapi, aku tetap bisa menangkap suara Nino dengan jelas."Tapi aku nggak mau ketemu Ibu."Air mata di mataku seketika membeku, aku bertanya dengan tidak percaya, "Nino, kamu ngomong apa?"Suara Nino terdengar jernih seperti biasa, menusuk tajam ke dalam hatiku."Aku bilang, aku nggak mau ketemu Ibu."Tangan yang memegang ponsel tanpa sadar makin erat, aku menarik napas dalam-dalam."Ibu tahu kamu lagi senang-senang main di sana. Kamu main dulu aja, nanti kalau udah selesai baru ketemu Ibu, ya?""Mau seberapa lama pun, Ibu bakal nungguin kamu."Nino tidak ragu sama sekali, dinginnya persis seperti Jerico."Nggak mau, kata ayah, Ibu udah bikin ayah marah. Ibu itu ibu yang jahat!""Nino nggak mau ketemu Ibu, Ibu juga nggak usah cari Nino lagi.""Nino nggak suka sama Ibu!"Telepon terputus, hatiku pun mati sepenuhnya.Ternyata, anakku juga sama seperti ay
Read more