Short
Pernikahan yang Tidak Perlu Bercerai

Pernikahan yang Tidak Perlu Bercerai

Por:  RainCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Capítulos
1.9Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Suamiku, Jerico Adrian sudah ribuan kali main gila di luar sana, tapi dia tetap tidak mau bercerai. Keluarganya bilang, aku ini perempuan kampungan yang tidak tahu diri. Lima tahun lalu, saat aku pertama kali minta cerai, Jerico tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengurungku di vila selama satu bulan penuh. Satu bulan kemudian, aku mendapati diriku hamil. Tiga tahun lalu, saat aku minta cerai untuk kedua kalinya, Jerico langsung pulang ke rumah orang tuanya malam itu juga. Tidak lama setelah itu, aku hanya mendapatkan hak untuk menemui anakku seminggu sekali. Hari ini adalah yang ketiga kalinya, aku akhirnya bisa pergi. Karena aku menyadari bahwa anakku tidak mencintaiku, pernikahan kami juga palsu. Aku tidak ada bedanya dengan wanita-wanita di luar sana.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Pernikahan temanku menggunakan konsep acara yang dulu kubuat.

Aku menghabiskan waktu setengah tahun untuk merancang seluruh jalannya acara, sementara Jerico hanya butuh waktu satu menit untuk menolaknya.

Setelah pesta pernikahan yang ala kadarnya, Jerico berjanji kepadaku.

Bagaimanapun dia main gila di luar sana, aku akan tetap menjadi Nyonya Adrian.

Sampai hari ini, dia membawa simpanannya sendiri untuk menghadiri pesta pernikahan ini.

Begitu melangkah masuk ke ruang acara, berbagai tatapan langsung tertuju dari sekeliling.

Tatapan ingin tahu, gosip, juga rasa kasihan.

Hanya Jerico yang masih tampak tenang dan santai seperti biasa.

"Udah datang?"

Aku mengangguk pelan melihat gadis muda yang menggandeng mesra lengannya.

Menikah selama tujuh tahun, ini bukan pertama atau kedua kalinya Jerico selingkuh.

Pengantin pria merasa sangat canggung, dia jelas tidak menduga situasi seperti ini akan terjadi.

"Kak Sania udah datang, ayo duduk, nggak usah sungkan."

Aku tersenyum sopan padanya, merasa sangat berterima kasih karena dia sudah mencairkan suasana.

Tempat yang semula diperuntukkan bagiku sudah diduduki orang lain, tapi tamu tak diundang yang merebut tempatku itu dilindungi oleh Jerico.

Jerico melirikku, lalu berkata dengan santai, "Tempat kamu udah ada yang menduduki, cari tempat lain aja."

Berada dalam posisi serba menurut selama bertahun-tahun, membuat kepatuhan itu terpatri makin dalam di dalam diriku.

"Oke."

Saat duduk, aku merasa tatapan orang-orang di sekitarku makin menjadi-jadi.

Pengantin pria merasa sangat bersalah, bahkan sebelum pergi dia sempat meminta keluarganya untuk menjagaku baik-baik.

Dibandingkan dengan Jerico, justru dia yang lebih peduli pada perasaanku.

Pesta pernikahan dimulai sesuai jadwal, pengantin wanita mengenakan gaun pengantin buatanku dan berjalan di atas karpet merah yang kupilih.

Menikah menuju kebahagiaan yang tidak pernah kumiliki.

Semuanya benar-benar persis seperti impianku.

Gadis muda yang menggandeng Jerico terlihat sangat muda, raut wajahnya tampak polos dan lincah.

"Kata Jerico, Kak Sania pandai sekali merangkai bunga, bisa tolong buatkan satu buat aku nggak? Aku mau yang seperti dipegang pengantin wanita itu."

Suasana seketika menjadi tegang, orang-orang lain di meja itu saling pandang dan tidak ada yang berani memotong pembicaraan.

Aku meletakkan sumpit, lalu refleks menatap Jerico.

Jerico mengusap kepala gadis muda itu dengan mesra, lalu mengarahkan dagunya padaku sambil menyuruh, "Ngapain bengong? Cepat sana!"

Aku tersenyum lega menatap matanya yang penuh nada ejekan.

Aku mendorong kursi, berdiri, lalu berbalik berjalan ke luar aula.

"Kerjanya yang cepat." Jerico menambahkan.

Aku tidak merespons, terus melangkah tanpa henti.

Dari ruang acara berjalan ke pintu utama hotel, dari pintu utama hotel berjalan ke jalan raya.

Tidak sekalipun aku menoleh ke belakang.

Sopir rumah sudah tidak ada, jadi aku memutuskan untuk terus berjalan menyusuri jalan raya.

Saat melewati tempat sampah, aku melepas sepatu hak tinggi bersol merah dari kakiku lalu membuangnya ke dalam.

Saat kaki telanjangku menyentuh tanah, rasanya seolah belenggu di tubuhku pun ikut lenyap sepenuhnya.

Menikah selama tujuh tahun, aku akhirnya merasa benar-benar berpijak di bumi.

Baru saja sampai di rumah, telepon dari Jerico langsung masuk.

"Merangkai buket bunga aja butuh waktu seberapa lama sih? Kamu tahu nggak ada orang yang lagi nunggu kamu?"

Aku merasa lucu lalu menjawab ringkas, "Aku nggak pernah mengiyakan untuk buatkan buket bunga."

"Lagian, aku udah sampai rumah."

Jerico terkekeh sinis begitu mendengarnya.

"Sania, kamu udah makin berani ya?"

"Iya."

Di luar dugaannya, aku mengiyakan perkataannya itu.

Embusan napas di seberang telepon terdengar memburu selama dua detik, membuat Jerico tertawa sinis.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
10 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status