Manda merangkak keluar dari bawah kolong meja kayu jati tersebut.Tangan kanan gadis itu menggenggam sebuah garpu perak yang sengaja dia jatuhkan sebelumnya.Dia menarik kursinya dan kembali duduk dengan gerakan sangat santai.Tangan kiri Manda mengambil selembar tisu dari tengah meja makan, lalu menyeka sudut bibirnya perlahan.Sebuah senyum penuh kemenangan terukir jelas di wajah gadis itu.Manda menatap lurus ke arah kursi seberang.Di sana, Linda duduk bersandar dengan tubuh sangat lemas dan bahu merosot. Wajah direktur klinik itu pucat pasi, sementara keringat sebesar biji jagung terus menetes dari dahi hingga ke lehernya."Mama kelihatan pucat dan capek banget," sindir Manda tajam.Tatapan matanya penuh ejekan saat menyapu penampilan ibunya."Makanannya kurang enak ya, Ma? Atau asam lambung Mama naik lagi?" tambah gadis itu memancing.Linda hanya sanggup mengatur napasnya yang masih tersengal di dada."Mama... cuma sedikit kurang enak badan, Manda," jawab Linda pelan.
Last Updated : 2026-10-21 Read more