Menantu Kesayangan Ibu Mertua dan Adik Ipar

Menantu Kesayangan Ibu Mertua dan Adik Ipar

last updateDernière mise à jour : 2026-08-19
Par:  Falisha AshiaEn cours
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
5Chapitres
3Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Pernikahan Arya dan Sonia terasa hambar murni karena jadwal jaga malam yang selalu bentrok, bukan karena mereka saling membenci. Prof. Linda, sang mertua yang karismatik dan sangat menyayangi Arya, menjadikan menantunya itu sebagai "pasien pribadi" di ruang arsip klinik untuk menguji terapi kebugaran khusus. Suster Manda yang polos sering meminta Arya mempraktikkan "pemeriksaan fisik" padanya setelah jam kerja. Semua wanita berlomba-lomba untuk memanjakan Arya.

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

"Singkirkan tanganmu, Arya! Kamu pikir aku ini apa? Mesin yang harus selalu siap melayani keinginan biologismu di sela-sela jam jaga?!" bentak Sonia keras. 

Wajah cantik wanita berusia dua puluh lima tahun itu memerah menahan amarah, menepis kasar kedua tangan suaminya yang baru saja mencoba memeluknya.

"Kita jarang punya waktu berdua, Sonia. Aku cuma—"

"Cuma apa? Memuaskan hasratmu?!" potong Sonia sengit, dadanya naik-turun dengan cepat di balik kemeja dinasnya.

"Aku lelah berurusan dengan pasien IGD seharian, dan kamu malah menambah bebanku dengan tuntutan konyol ini!"

Mengabaikan amarah istrinya, Arya mendekat. Tubuh Sonia terdorong mundur hingga punggungnya menabrak loker besi di ruang istirahat eksklusif Klinik Estetika Neva.

Bibir Arya menekan bibir Sonia kuat-kuat. Tangan Arya membuka kancing kemeja dinas putih milik Sonia satu per satu.

"Tunggu, Arya! Bisa pelan sedikit tidak? Seragamku bisa kusut!" desis Sonia dengan nada jengkel, mendorong dada suaminya agak menjauh di sela ciuman mereka.

"Jadwal jaga malam kita selalu bentrok bulan ini, aku tak mau menyia-nyiakan waktu berdua kita!" balas Arya cepat.

Sonia mendecak kesal dan menepis tangan Arya yang mencoba merengkuhnya lagi. "Aku tahu. Tapi kamu tidak lihat tempat? Kalau ada orang yang dengar, aku yang malu!" omel Sonia dengan dahi berkerut tajam.

Tepat ketika tangan Arya bergerak merengkuh pinggang Sonia, suara melengking terdengar.

Bip! Bip! Bip!

Lampu merah dari pager medis di saku jas Sonia berkedip cepat.

Gerakan mereka berdua berhenti seketika. Sonia merogoh sakunya dan melihat layar pager tersebut.

Wajah wanita itu berubah tegang dan memerah karena kesal

"Ada apa?" tanya Arya menarik tangannya mundur.

"Kecelakaan beruntun. Pasien trauma ganda masuk ke ruang bedah sekarang," jawab Sonia panik.

Sonia buru-buru mengancingkan kembali kemeja dinasnya. Arya mengusap wajahnya kasar, mencoba meredakan detak jantungnya.

"Kamu harus pergi sekarang?" tanya Arya dengan nada datar.

Sonia mendengus kasar sambil menenteng jas dokternya. "Sialan! Memang tidak pernah bisa tenang. Minggir, Arya, dr. Handoko butuh asisten bedah segera," ucap Sonia dingin.

Wanita itu mendorong bahu Arya sekilas. "Sudahlah, gairahku sudah hilang. Jangan tunggu aku pulang besok pagi," ketus Sonia.

Langkah kaki Sonia menjauh, meninggalkan Arya sendirian di ruang kedap suara itu. Napas Arya masih berat, paru-parunya menuntut oksigen lebih.

Dia menunduk dan melihat celana kain hitamnya. Ada tonjolan keras yang tercetak jelas, menekan resleting celananya hingga terasa sesak.

Arya menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa kulit. "Sial," umpat Arya pelan.

Gairah yang menggantung membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Pria itu melonggarkan sabuk kulitnya, memberi ruang agar rasa sesaknya berkurang.

Baru saja Arya menutup mata, suara gagang pintu diputar terdengar.

Klek.

Pintu ruangan terbuka perlahan, menampilkan sosok wanita paruh baya bersetelan jas putih.

Prof. Linda melangkah masuk dengan sepatu hak tinggi yang mengetuk lantai. Wanita itu memiliki postur tubuh yang terawat, jauh lebih bugar dari wanita seusianya.

Rambut hitamnya disanggul rapi, memperlihatkan leher jenjangnya. Mata Linda menyapu ruangan sebelum akhirnya berhenti di tubuh Arya.

Tatapan wanita itu langsung terkunci pada area bawah perut menantunya.

"Sonia baru saja lari ke ruang bedah," ucap Linda memecah keheningan.

Arya membuka matanya dan segera menegakkan posisi duduknya. "Iya, Dok. Ada kecelakaan darurat," balas Arya cepat.

Linda tersenyum tipis. "Saat kita berdua, panggil aku Ibu, Arya. Jangan terlalu kaku," tegur Linda santai.

Linda berjalan mendekat ke arah sofa. Wangi parfum beraroma mawar langsung menyergap penciuman Arya.

Aroma itu menutupi bau obat-obatan khas klinik.

"Maaf, Bu. Saya kira ada perawat lain di luar," ucap Arya beralasan.

Linda berdiri tepat di depan Arya. Jarak lutut mereka hanya terpisah beberapa sentimeter.

"Kamu terlihat berantakan," komentar Linda menatap kemeja Arya yang kusut.

"Jadwal saya cukup padat hari ini," jawab Arya singkat.

Linda menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Meskipun umurnya sudah empat puluh lima tahun, namun kulitnya masih kencang. Dia bahkan terlihat sepuluh tahun lebih muda.

"Bukan karena jadwal. Tapi karena hal lain yang belum tuntas, benar?" selidik Linda.

Mata wanita itu melirik ke arah tonjolan di balik celana Arya. Arya menyilangkan kakinya, berusaha menutupi kondisinya.

"Saya cuma butuh istirahat sebentar, Bu," elak Arya mengalihkan pandangannya ke arah meja kaca.

Linda justru tertawa pelan mendengar alasan menantunya. Suara tawanya terdengar merdu namun memiliki ketegasan seorang pemimpin.

Wanita itu berbalik dan berjalan pelan menuju pintu.

Klik.

Linda menggeser tuas pengunci pintu ruang istirahat itu.

Suara kunci besi yang mengunci celah pintu terdengar sangat nyaring.

Arya menelan ludah, jakunnya naik turun dengan cepat. Pria itu mengerutkan dahi, menatap mertuanya dengan tatapan bertanya, sekaligus sungkan. 

"Kenapa pintunya dikunci, Bu? I-ini masih jam kerja," tanya Arya dengan suara yang mendadak serak, tangannya tanpa sadar meremas pinggiran sofa karena tegang, bukannya mengangkat bahunya.

Linda tidak menjawab.

Dia kembali melangkah mendekati Arya, mengikis sisa jarak di antara mereka berdua. Aroma parfum mawar itu kini terasa makin pekat di hidung Arya.

Linda menundukkan tubuhnya, menyejajarkan wajahnya dengan wajah Arya. Tangan kanan Linda bergerak perlahan, menyusup ke balik kemeja Arya yang kusut.

Kulit telapak tangan Linda yang halus bersentuhan langsung dengan perut Arya. Napas Arya seketika tertahan dan otot perutnya mengejang keras saat tangan mertuanya itu terus bergerak turun. 

Tubuh Arya mulai gemetar halus. Akal sehatnya berteriak panik menyuruhnya menepis tangan itu, karena wanita di depannya adalah direktur klinik sekaligus ibu mertuanya sendiri. 

Namun, rasa sesak di bawah sana justru membuatnya menginginkan sentuhan itu.

Suhu tubuh Linda terasa hangat, membakar kulit Arya secara langsung. Jari-jari lentik Linda menyentuh ujung sabuk kulit Arya.

"I-ibu... tolong jangan...," lirih Arya bimbang. Pria itu mengangkat tangannya seolah ingin menolak otoritas sang direktur, namun jemarinya justru hanya diam menggantung, tunduk pada godaan terlarang itu.

Tanpa basa-basi, Linda menarik perlahan resleting celana menantunya yang sudah menegang maksimal itu ke bawah.

"Sonia mungkin membuangmu begitu saja, Arya. Tapi Ibu tahu persis bagaimana cara merawat aset paling berharga di klinik ini," bisik Linda dengan suara rendah yang menggetarkan. 

"Sekarang diam, dan biarkan Ibu yang menuntaskannya."

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
5
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status