Ketika ibuku melihat semua itu, dia sungguh merasa kasihan.Malam itu, dia kembali memelukku. Air matanya jatuh dan membasahi pundakku."Jasmine-ku, kenapa kamu nggak bisa berbicara?""Meskipun cuma satu kata saja, cukup satu kata saja, Mama juga rela untuk mati."Aku bisa merasakan tubuhnya yang gemetar.Itu adalah keputusasaan dari seorang ibu.Hatiku juga bukan terbuat dari besi.Pada saat ini, hatiku mulai sedikit goyah.Mungkin sudah saatnya aku berbicara.Aku berencana untuk membuka mulutku dan mencoba untuk mengucapkan suku kata yang terasa asing itu.Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki buru-buru dari luar ruang baca.Pengurus rumah tangga, Petra, berlari ke dalam dengan tergesa-gesa hingga hampir terjatuh."Nyonya, gawat!""Ada orang dari Negara Inggaria!""Predator finansial paling ganas di Wall Street, Charles Kimiardi, sudah tiba di perusahaan!"Raut wajah ibuku memucat.Charles Kimiardi.Nama itu bagaikan awan gelap yang terus membayangi Grup Sebastian.Dia adalah tokoh
Ler mais