Compartilhar

Cucu Perempuan Tertua yang Membisu
Cucu Perempuan Tertua yang Membisu
Autor: Rumput

Bab 1

Autor: Rumput
Aku bernama Jasmine Sebastian.

Aku adalah satu-satunya pewaris utama Grup Sebastian.

Aku seharusnya terlahir dengan kehidupan bergelimang harta.

Namun, saat aku berusia delapan tahun, aku masih belum bisa berbicara.

Semua anggota Keluarga Sebastian tahu bahwa nona muda ini adalah seorang idiot.

Ibuku terlahir dari keluarga terpelajar dan terpandang di Kota Jimbara. Dia begitu lembut dan memahami tata krama. Dia sudah mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepadaku.

Dia akan memelukku dan mengajariku berulang kali.

"Jasmine, ikuti Mama, Ma … Ma …."

Aku hanya menatapnya saja dan tidak berbicara.

Tatapan ibuku akan menjadi lebih muram.

Kemudian, dia berbalik dan diam-diam menyeka sudut mata dengan tisu.

Ibu mengira aku tidak melihatnya.

Namun, aku tahu segalanya.

Bukannya aku tidak bisa berbicara, aku hanya tidak ingin berbicara.

Aku terlahir dengan membawa ingatan kehidupan lampau.

Pada kehidupan sebelumnya, aku adalah seorang analis keuangan yang berbicara tiada henti. Aku sudah berbicara selama 30 tahun. Aku pun sudah benar-benar lelah.

Di kehidupan ini, aku hanya ingin diam-diam menjadi orang yang tidak berguna dan menikmati hidup saja.

Namun, aku telah meremehkan betapa beratnya kata "Pewaris Grup Sebastian."

Kata itu bukanlah kemewahan, melainkan belenggu.

Ayahku adalah direktur utama dari Grup Sebastian, sekaligus adalah pebisnis yang tegas dalam mengambil keputusan.

Setiap kali dia melihatku, terlihat sedikit harapan di dalamnya.

"Jasmine, apa kamu tahu apa ini?"

Dia menunjuk angka di atas laporan keuangan.

Aku mengangguk.

"Apa kamu bisa beri tahu Papa, berapa laba bersih pada kuartal ini?"

Aku mengulurkan tangan kecilku, lalu dengan tepat menunjuk angka tersebut.

Harapan di dalam tatapan ayahku semakin besar lagi.

Setelah itu, dia menanyakan hal yang paling ingin diketahuinya.

"Jasmine, coba panggil Papa."

Aku menatapnya dan masih saja terdiam.

Akhirnya cahaya harapan di matanya perlahan padam.

Hanya tersisa rasa kecewa.

Rasa kecewa yang sangat kental.

Ayahku terdiam dalam waktu cukup lama, kemudian dia berdiri dan pergi sambil mengibaskan lengan pakaiannya.

"Haih."

Suara desahan itu terdengar begitu berat, seolah mampu meruntuhkan seluruh dinding kaca gedung bertingkat.

Aku tahu, kalau bukan karena aku satu-satunya cucu perempuan dari garis utama .…

Apalagi kalau bukan karena ibuku memiliki latar belakang keluarga terpandang, posisiku sebagai pewaris sudah lama digantikan.

Beberapa sepupu perempuanku yang tadinya memandangku dengan rasa takut, kini berubah menjadi ejekan secara terang-terangan.

"Kak, apa Kakak mengerti dengan pelajaran bahasa Inggaria yang diajarkan di tempat les hari ini?"

Orang yang berbicara adalah putri dari paman keduaku, Chastin Sebastian.

Dia hanya lebih muda setahun dariku, tetapi pandai berbicara dan berdebat. Ayahku sangat menyukainya.

Aku meliriknya sekilas, malas meladeninya.

Dia malah tersenyum semakin gembira.

"Oh, aku lupa, Kak Jasmine memang genius sejak lahir, sejak dilahirkan sudah mengetahui segalanya. Nggak seperti kami, anak-anak biasa yang masih harus belajar mati-matian."

"Kak Chastin, jangan begitu."

Putri dari keluarga paman ketiga, Fiona Sebastian, yang berada di samping pura-pura sedang membujuk.

"Kak Jasmine hanya nggak sudi untuk berbicara dengan kita. Ini namanya orang hebat memang terlambat bicara. Paham, nggak?"

Mereka berdua saling menimpali satu sama lain. Semua pembantu di sekitar langsung menunduk, tetapi pundak mereka malah sedikit bergetar.

Mereka sedang tertawa.

Mereka mentertawakanku sebagai orang idiot yang tidak bisa berbicara.

Aku berjalan melewati sisi mereka dengan raut wajah tidak berekspresi.

Seperti sedang melihat dua ekor belalang yang melompat di hadapanku.

Membosankan.

Dan juga kekanak-kanakan.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Cucu Perempuan Tertua yang Membisu   Bab 11

    Dia sedang berpikir.Dia sedang menimbang.Dia sedang menilai kebenaran di dalam ucapanku.Seorang putri yang "dirasuki dewa" seperti monster.Atau seorang putri yang "kecerdasannya nyaris seperti monster, serta memiliki pikiran yang penuh perhitungan".Mana yang mendatangkan ancaman lebih kecil untuk bisnisnya?Jawabannya … sudah jelas.Waktu berlalu cukup lama.Saking lamanya, aku mengira ayahku akan marah dan mengurungku.Namun, dia malah tiba-tiba tertawa.Suara tawanya sangat ringan dan rendah.Seperti sejenis rasa lega seolah beban berat telah terangkat dari pundaknya."Baik.""Kamu pintar dalam menyembunyikan."Dia bangkit dari kursi, lalu berjalan ke hadapanku untuk membantuku berdiri."Putriku bisa berbicara di usia tiga tahun, kemudian bisa menyelesaikan 3.000 buku di usia delapan tahun.""Kamu bukan idiot, melainkan anak genius yang langka.""Kamu nggak melakukan kesalahan, justru sudah melakukan jasa besar!"Dia menepuk-nepuk pundakku dengan tenaga sangat kuat."Mengenai al

  • Cucu Perempuan Tertua yang Membisu   Bab 10

    "Jasmine, apa semua ini … juga diajarkan dewa di dalam mimpimu?"Pertanyaan ayahku seperti sebilah pisau dingin.Dalam sesaat, menghancurkan suasana harmonis di dalam ruangan.Senyum di wajah ibuku juga terkaku.Dia memang tidak mengerti bisnis, tetapi dia dapat merasakan sedikit kecurigaan dan sikap menguji yang tersembunyi begitu dalam di balik perkataan ayahku.Udara di dalam ruangan seolah-olah membeku.Aku menatap ayahku.Aku tahu bahwa alasan "petunjuk dewa di dalam mimpi" yang baru saja kugunakan sudah mulai menunjukkan celah.Menjelaskan satu keajaiban masih bisa mengandalkan alasan bahwa itu adalah petunjuk dari para dewa.Namun, jika harus terus-menerus menjelaskan kecerdasan dan strategi yang jauh melampaui usiaku, semuanya tidak mungkin hanya mengandalkan para dewa.Seorang pebisnis memang penuh kecurigaan.Terutama ayahku yang merintis dari nol dan membangun kerajaan bisnis bernilai fantastis dengan tangannya sendiri.Dia bisa saja sangat bahagia karena mendapatkan seorang

  • Cucu Perempuan Tertua yang Membisu   Bab 9

    Seolah-olah ini pertama kalinya dia mengenal putrinya."Jasmine, kamu … sejak kapan kamu bisa bicara? Kenapa … kenapa kamu nggak pernah beri tahu Mama?"Terdengar rasa penuh hati-hati dalam suara ibuku.Aku menatapnya. Sebenarnya aku sudah mempersiapkan penjelasan sebelumnya.Jawabannya hampir mirip dengan jawaban yang kuberikan kepada ayahku.Semua ini karena ada seorang dewa yang mengajarkan semua itu kepadaku di dalam mimpi. Aku sendiri juga tidak tahu alasannya, tetapi dalam keadaan terdesak hari ini, tiba-tiba saja aku mendapat pencerahan dan semuanya menjadi jelas.Penjelasan ini memang terdengar sangat mistis dan sulit dipercaya.Hanya saja, bagi seorang ibu yang begitu mencintai putrinya, penjelasan itu justru paling mudah diterima dan paling menenangkan hatinya.Sesuai dugaanku.Setelah mendengar ucapanku, ibuku tidak merasa curiga sama sekali.Dia hanya mengatupkan kedua tangannya, menghadap jendela untuk berdoa."Terima kasih atas perlindungan Yang Maha Kuasa. Terima kasih a

  • Cucu Perempuan Tertua yang Membisu   Bab 8

    Para eksekutif yang barusan dipermalukan Charles hingga tidak berani mengangkat kepala, kini satu per satu menegakkan punggung. Wajah mereka memerah karena semangat, seolah-olah semua rasa kesal dan amarah yang telah terpendam selama bertahun-tahun telah tersingkirkan.Ayahku juga berdiri, berjalan ke hadapanku, lalu menepuk pundakku dengan kuat."Bagus! Ide akuisisi balik yang bagus! Kita harus menunjukkan wibawa kita!""Kamu memang darah daging Keluarga Sebastian!"Ayahku langsung memerintah di tempat."Petra, segera susun sebuah surat perjanjian. Isinya sesuai dengan yang dikatakan Jasmine tadi. Jangan sampai mengubah satu kata pun!""Hardy, kamu pimpin sendiri timnya. Bawa beberapa orang yang kompeten, lalu temani Charles kembali ke New Iwara!""Aku ingin Wall Street tahu bahwa Grup Sebastian bukanlah pihak lemah yang bisa dipermainkan sesuka hati!"Serangkaian perintah itu disampaikan dengan tegas dan penuh wibawa.Suasana di seluruh Grup Sebastian langsung berubah drastis.Dari y

  • Cucu Perempuan Tertua yang Membisu   Bab 7

    Tubuh ayahku kembali gemetar.Dia sedang menatapku. Rasa bingung di dalam tatapannya mulai menghilang, berubah menjadi sejenis cahaya penuh rasa semangat.Dia mendongak dan tertawa terbahak-bahak.Suara tawa terdengar lantang, penuh dengan rasa lega dan gembira yang telah dipendam cukup lama. "Hahahaha!""Bagus! Petunjuk dewa dalam mimpi! Sudah mengetahuinya sejak lahir!""Ternyata putriku bukan anak idiot!""Putri dari Andreas Sebastian adalah seorang genius bisnis!"Dia langsung menggendongku.Tubuhku sangat kecil. Aku pun diangkatnya ke atas kepala dengan gampang.Andreas berbalik, lalu menghadap semua orang di dalam rumah. Suaranya terdengar sangat lantang, penuh dengan rasa arogan dan wibawa yang tidak terpancar sebelumnya."Semuanya harap dengarkan dengan bagus!""Mulai hari ini, Jasmine Sebastian resmi masuk ke jajaran inti Grup Sebastian!""Semua keputusan besar harus mendapatkan persetujuannya!"Begitu ucapan dilontarkan, semua orang di dalam ruangan merasa kaget!Seorang ana

  • Cucu Perempuan Tertua yang Membisu   Bab 6

    Pembantu di samping segera memapahnya.Aku dapat mendengar suara isak tangis bahagia yang bercampur haru yang sedang ditahannya.Beberapa sepupu perempuanku memasang ekspresi yang benar-benar sulit dideskripsikan.Ekspresi ejekan dan rasa bersenang-senang ketika melihat penderitaanku yang sebelumnya terpancar di wajah mereka telah lenyap tanpa jejak.Sebagai gantinya, yang tersisa adalah keterkejutan seolah-olah mereka baru saja melihat hantu, sama sepertiku.Selain itu, ada juga sedikit rasa takut … yang tidak bisa disembunyikan.Tatapan mereka ketika melihatku tidak seperti sedang menatap seorang anak idiot.Melainkan seperti sedang memandang sosok mengerikan yang sama sekali tidak mampu mereka pahami.Sementara, ayahku.Dia sedang berdiri di depan meja rapat. Tubuhnya yang tinggi dan besar itu sedikit bergetar.Bukan karena marah, melainkan karena sangat gembira.Sepasang mata yang telah lama ditempa dunia bisnis itu, kini tampak lebih bercahaya dari sebelumnya.Di dalamnya terdapat

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status