Short
Cucu Perempuan Tertua yang Membisu

Cucu Perempuan Tertua yang Membisu

Por:  RumputCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Capítulos
0vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Aku baru bisa berbicara saat aku berusia delapan tahun. Semua anggota Keluarga Sebastian menganggapku idiot. Bahkan, ibuku diam-diam menyeka air matanya karena mengira telah melahirkan seorang anak perempuan yang mengalami autisme. Ayahku memandangku dengan tatapan penuh rasa kecewa. Namun, demi menjaga reputasi, dia tidak mengirimku ke sekolah luar biasa. Saat itu, ada tokoh dari Wall Street datang untuk mengakuisisi Grup Sebastian milik keluarga kami. Mereka begitu arogan, bahkan memaki semua orang di ruang rapat hingga tidak ada satu pun yang berani mengangkat kepala. Semua elite di ruangan itu terdiam ketakutan, bahkan tidak ada satu pun berani membantah. Aku hanya berdiri di sudut, mendengarkan semua itu sampai merasa mengantuk. Aku akhirnya merasa kesal. Aku berjalan maju selangkah, mengucapkan kalimat pertama dalam hidupku dengan bahasa ibu pria itu.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Aku bernama Jasmine Sebastian.

Aku adalah satu-satunya pewaris utama Grup Sebastian.

Aku seharusnya terlahir dengan kehidupan bergelimang harta.

Namun, saat aku berusia delapan tahun, aku masih belum bisa berbicara.

Semua anggota Keluarga Sebastian tahu bahwa nona muda ini adalah seorang idiot.

Ibuku terlahir dari keluarga terpelajar dan terpandang di Kota Jimbara. Dia begitu lembut dan memahami tata krama. Dia sudah mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepadaku.

Dia akan memelukku dan mengajariku berulang kali.

"Jasmine, ikuti Mama, Ma … Ma …."

Aku hanya menatapnya saja dan tidak berbicara.

Tatapan ibuku akan menjadi lebih muram.

Kemudian, dia berbalik dan diam-diam menyeka sudut mata dengan tisu.

Ibu mengira aku tidak melihatnya.

Namun, aku tahu segalanya.

Bukannya aku tidak bisa berbicara, aku hanya tidak ingin berbicara.

Aku terlahir dengan membawa ingatan kehidupan lampau.

Pada kehidupan sebelumnya, aku adalah seorang analis keuangan yang berbicara tiada henti. Aku sudah berbicara selama 30 tahun. Aku pun sudah benar-benar lelah.

Di kehidupan ini, aku hanya ingin diam-diam menjadi orang yang tidak berguna dan menikmati hidup saja.

Namun, aku telah meremehkan betapa beratnya kata "Pewaris Grup Sebastian."

Kata itu bukanlah kemewahan, melainkan belenggu.

Ayahku adalah direktur utama dari Grup Sebastian, sekaligus adalah pebisnis yang tegas dalam mengambil keputusan.

Setiap kali dia melihatku, terlihat sedikit harapan di dalamnya.

"Jasmine, apa kamu tahu apa ini?"

Dia menunjuk angka di atas laporan keuangan.

Aku mengangguk.

"Apa kamu bisa beri tahu Papa, berapa laba bersih pada kuartal ini?"

Aku mengulurkan tangan kecilku, lalu dengan tepat menunjuk angka tersebut.

Harapan di dalam tatapan ayahku semakin besar lagi.

Setelah itu, dia menanyakan hal yang paling ingin diketahuinya.

"Jasmine, coba panggil Papa."

Aku menatapnya dan masih saja terdiam.

Akhirnya cahaya harapan di matanya perlahan padam.

Hanya tersisa rasa kecewa.

Rasa kecewa yang sangat kental.

Ayahku terdiam dalam waktu cukup lama, kemudian dia berdiri dan pergi sambil mengibaskan lengan pakaiannya.

"Haih."

Suara desahan itu terdengar begitu berat, seolah mampu meruntuhkan seluruh dinding kaca gedung bertingkat.

Aku tahu, kalau bukan karena aku satu-satunya cucu perempuan dari garis utama .…

Apalagi kalau bukan karena ibuku memiliki latar belakang keluarga terpandang, posisiku sebagai pewaris sudah lama digantikan.

Beberapa sepupu perempuanku yang tadinya memandangku dengan rasa takut, kini berubah menjadi ejekan secara terang-terangan.

"Kak, apa Kakak mengerti dengan pelajaran bahasa Inggaria yang diajarkan di tempat les hari ini?"

Orang yang berbicara adalah putri dari paman keduaku, Chastin Sebastian.

Dia hanya lebih muda setahun dariku, tetapi pandai berbicara dan berdebat. Ayahku sangat menyukainya.

Aku meliriknya sekilas, malas meladeninya.

Dia malah tersenyum semakin gembira.

"Oh, aku lupa, Kak Jasmine memang genius sejak lahir, sejak dilahirkan sudah mengetahui segalanya. Nggak seperti kami, anak-anak biasa yang masih harus belajar mati-matian."

"Kak Chastin, jangan begitu."

Putri dari keluarga paman ketiga, Fiona Sebastian, yang berada di samping pura-pura sedang membujuk.

"Kak Jasmine hanya nggak sudi untuk berbicara dengan kita. Ini namanya orang hebat memang terlambat bicara. Paham, nggak?"

Mereka berdua saling menimpali satu sama lain. Semua pembantu di sekitar langsung menunduk, tetapi pundak mereka malah sedikit bergetar.

Mereka sedang tertawa.

Mereka mentertawakanku sebagai orang idiot yang tidak bisa berbicara.

Aku berjalan melewati sisi mereka dengan raut wajah tidak berekspresi.

Seperti sedang melihat dua ekor belalang yang melompat di hadapanku.

Membosankan.

Dan juga kekanak-kanakan.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
11 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status