Hari-hari seolah kembali seperti dulu.Aku masih tinggal di rumah yang Haikal beli untuk kami tinggali setelah menikah. Seperti biasa, siang hari aku bekerja, lalu malamnya pergi ke rumah sakit untuk merawat Ibu.Haikal sibuk menemani istri barunya dan jarang menghubungiku.Anehnya, meski dia tidak menghubungiku, aku justru merasakan sedikit kelegaan.Sepulang kerja, aku membeli satu porsi bola kuah kaldu kesukaan Ibu, lalu membawanya ke rumah sakit.Begitu masuk ke ruang perawatan, ternyata ada dua perempuan muda yang sedang duduk mengelilingi ranjang Ibu.Aku segera menghampiri mereka dengan gelisah. Saat keduanya menoleh, ternyata mereka adalah sahabatku dan Vivian.Suaraku bahkan bergetar saat bertanya,“Rara, kenapa kamu bawa dia ke sini?”Ibu tersenyum menatapku, lalu menjelaskan,“Rara takut Ibu bosan, jadi dia bawa temannya untuk menemani Ibu mengobrol biar nggak bosan.”“Meskipun ini pertama kalinya Ibu bertemu Vivian, tapi Ibu benar-benar langsung menyukainya. Aduh, gadis sec
Read more