LOGINPada hari Festival Dayung Nusantara, kekasihku yang sudah berjanji akan mendaftarkan pernikahan denganku tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Hingga malam harinya, tanpa sengaja aku melihat unggahan media sosialnya yang lupa dia sembunyikan dariku. [Dari usia dua puluh sampai dua puluh delapan tahun, akhirnya kisah masa muda kita sampai di penghujung.] Unggahan itu disertai foto dua akta nikah berwarna merah. Dalam foto pernikahan itu, seorang gadis yang tak kukenal bersandar di bahunya, dengan senyum yang cerah dan lembut. Dengan geram, aku membuka kolom komentar, hendak meminta penjelasan. Namun, yang kulihat justru komentar dari sahabat terbaikku. [Mari kita ucapkan selamat kepada pasangan yang sudah lama saling mengenal ini. Akhirnya, setelah melewati segala rintangan, kalian berhasil bersama juga.] Dadaku seketika terasa sesak. Dengan tangan gemetar, aku menelepon sahabatku. Setelah lama terdiam, akhirnya dia mengaku. “Ya, mereka sudah bersama selama delapan tahun. Semua teman-teman kita tahu.” “Bukan kami sengaja menyembunyikannya darimu. Kami cuma takut kamu nggak bisa terima, terus bikin keributan. Nanti malah jadi nggak enak dilihat.” “Vivian dan Haikal memang lebih cocok. Nggak mudah bagi mereka untuk bisa sampai sejauh ini. Sesama perempuan, kenapa harus saling menyulitkan sih? Coba kamu lebih berbaik hati.” Air mataku jatuh, dingin seperti es, tetapi membakar sebuah lubang di dalam hatiku. Ternyata, selama dua belas tahun aku bersama Haikal Abimaya, delapan tahun di antaranya dia mencintai gadis lain. Semua orang tahu, tetapi mereka bersekongkol menyembunyikannya dariku.
View MorePolisi memperlihatkan berbagai bukti beserta surat perintah penangkapan kepada Haikal.Haikal menatap Vivian yang kini tampak berantakan dengan penuh amarah. Tubuhnya bahkan gemetar karena begitu terkejut.Dia telah ditipu.Bukan Layla yang berbohong, melainkan Vivian.Ibu Layla benar-benar telah meninggal. Vivian dan Rara yang bekerja sama hingga membuatnya meninggal.Mereka bahkan mencuri jasad ibu Layla, lalu berpura-pura menjadi korban dan menuduh Layla sebagai pelakunya.Selama ini, Layla pasti sudah begitu putus asa karena terus disalahpahami!Haikal benar-benar merasa dirinya bajingan. Dia sudah menyakiti Layla!Vivian dan Rara akhirnya dibawa pergi oleh polisi.Saat melewatiku, Rara, yang paling menjaga penampilannya, menangis hingga riasannya pun luntur.“Layla, maaf.”“Kamu benar-benar menganggapku sebagai teman, tapi karena gengsiku, aku malah terus bersaing denganmu diam-diam. Aku malah membantu orang lain menyakitimu dan menyebabkan Tante Sadipta yang selalu menyayangiku m
Itu adalah rekaman saat Vivian sedang mengobrol dan berkumpul bersama beberapa teman perempuannya.Dia duduk meringkuk di sofa sambil menenggak bir dan berkali-kali memutar matanya dengan kesal.“Si bodoh Rara itu sampai minta hadiah ulang tahun dariku. Memang dia pikir dia itu siapa?”“Aku berteman sama dia cuma buat cari tahu rahasia Layla. Lagipula, mukanya jelek, badannya pun jelek. Dia ada di sampingku malah buat aku kelihatan makin cantik. Dia kira dirinya pantas jadi temanku?”“Teman dekat Haikal itu miskin dan kampungan. Memang sudah ditakdirkan jadi pengikut orang lain seumur hidup.”“Kakaknya Haikal itu benar-benar nggak tahu malu. Umurnya sudah hampir tiga puluh lima, tapi masih belum menikah. Tinggal di rumah orang tua dan cuma mengandalkan adiknya. Benar-benar seperti lintah yang cuma bisa mengisap darah! Uang Haikal itu uangku juga. Memangnya dia berhak menghambur-hamburkannya? Begitu kami menikah, aku akan langsung mengusirnya!”....Tak ada satu pun yang luput dari gunj
Setelah hari itu, Haikal tidak pernah sekalipun datang menjengukku lagi.Bahkan biaya pengobatan yang ditransfernya untukku pun ditahan oleh Vivian.Karena kehabisan uang, aku harus pindah dari kamar VIP ke kamar biasa, lalu dari sana akhirnya ke kamar biasa yang digunakan bersama orang lain.Kondisinya jauh lebih buruk, sementara obat-obatan yang kudapatkan pun hanya obat-obatan dasar. Tubuhku pun pulih dengan sangat lambat.Sebulan kemudian, uang terakhirku akhirnya habis. Aku terpaksa keluar dari rumah sakit.Sambil menyentuh bekas luka merah gelap yang berkelok dan mengerikan di dadaku, rasa benci yang begitu besar hampir menelanku.Hal pertama yang kulakukan setelah keluar dari rumah sakit adalah pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan.“Saya ingin melapor. Seseorang telah mencuri jasad ibu saya.”Polisi bergerak cepat. Kurang dari sehari kemudian, mereka sudah berhasil melacak ke mana jasad Ibu dibawa melalui rekaman CCTV rumah sakit.Kebenaran yang sebenarnya bisa terungkap
Setelah meminta maaf kepada kepala rumah sakit, Haikal mengakhiri panggilan itu dengan wajah muram.Dia langsung memeluk Vivian yang masih terisak dalam pelukannya, lalu menatapku dengan kekecewaan yang begitu dalam.“Layla, aku benar-benar nggak menyangka kamu bisa berubah jadi orang seperti ini.”“Bagaimana kamu bisa berubah jadi sekejam ini? Kamu bahkan sampai menyuruh ibumu berpura-pura mati demi menjebak Vivian. Bisa-bisanya kamu sampai kepikiran cara selicik itu!”“Kamu nggak takut kena karma karena sandiwara pura-pura mati seperti ini? Kalau sampai ibumu benar-benar mati gara-gara semua ini, bagaimana?!”Vivian melirikku dari sudut matanya. Senyum kemenangan perlahan terukir di sudut bibirnya.Sahabatku, Rara, juga menyilangkan kedua tangan di depan dada dengan wajah penuh kemenangan.Saat itu, menang atau kalah dari Vivian sudah tidak penting lagi bagiku. Begitu juga dengan membuat Haikal percaya kepadaku.Aku hanya ingin tahu satu hal. Sebenarnya, di bawa ke mana jasad Ibu?Do












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.