Share

49, Ana diculik!

Author: Fatimahnur
last update publish date: 2026-10-04 15:30:42
Orang-orang itu akhirnya mendekat ke arah Alex dan Ana. Ana tetap tenang saat melihat mereka semua, akan tetapi tidak dengan Alex.

"Jangan mendekat! Dan jangan ganggu Aira!" Alex langsung melindungi Ana.

Wush! Satu layangan tangan mulai melayang ke arah Alex. Ana hanya duduk diam, ia memutar otaknya dan berusaha menebak-nebak siapa yang mengirimkan mereka. Karena Alex ada di sana, ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak melawan samasekali.

Alex melawan mereka semua dengan sungguh-sungg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi, Cinta Dan Dendam   52, Jangan harap bisa menyentuhku!

    Ana, ia bukanlah wanita lemah yam mereka kira. Sebuah sambungan telepon yang membuat ana yakin dengan dugaannya membuatnya tak bisa berpura-pura lagi. Terlebih orang yang ada di sekitarnya sudah memendam nafsu padanya saat melihat betapa moleknya tubuh Ana. Mata indahnya terbuka dengan cepat, orang di sekitar tubuhnya bahkan sangat terkejut melihatnya. "Hey, kau mau menyentuhku? Atau bahkan menikmati tubuh indahlu ini? Jangan harap bisa melakukannya dasar lelaki jelek!" Ana memuntir dua tangan di kanan dan kiri tubuhnya yang siap menjamahnya. Memutarkannya dan... Kraak! "Aaggh!" teriak orang yang tangannya dibuat patah oleh Ana. Setelah Ana mematahkan tangan orang, ia duduk dengan benar dan mulai menendang burung salah satu pria yang hendak mendekat ke arahnya. Laju mobil tak terkendali, pada saat yang sama akhirnya mobil itu masuk ke sebuah kawasan yang sudah tidak asing lagi bagi Ana. Di dalam mobil hitam yang melaju kencang, Ana duduk di kursi tengah tanpa di ikat, dan tanpa

  • Obsesi, Cinta Dan Dendam   51, Mencari Ana.

    Di rumah sakit.. Alex ditemukan tak sadarkan diri di ruangan rawat inap yang sebelumnya di huni Ana. Cairan darah berceceran di lantai, ibunya sampai histeris saat melihat kondisi Alex. Setelah ada pasien yang ikut menangani, setelah beberapa saat kemudian akhirnya ia sadar. Alex membuka matanya perlahan, saat ia melihat ke atas ia melihat semua anggota keluarganya kecuali Ana. "Aira mana?" tanya Alex. Siang itu ruang rawat inap Ana sebelumnya akhirnya tampak ramai. ."Di mana Ana?" Itu adalah kalimat pertama yang keluar dari bibir Alex. Suaranya serak.Aldo saling pandang dengan Aldi, ragu untuk menjawab. Aldi menelan ludah, lalu melangkah maju setengah langkah."Kak, kami melihatnya," ujar Aldi dengan suara pelan namun jelas. "Tadi saat kami ada di luar, kami melihat Aira dibawa beberapa orang. Ada sebuah mobil hitam. Beberapa orang turun. Mereka membawa Aira pergi."Aldo mengangguk cepat, membenarkan ucapan kembarannya. "Aira sempat melawan Kak. Kami mencoba mengejar, tapi mo

  • Obsesi, Cinta Dan Dendam   51, Mencari Ana.

    Di rumah sakit.. Alex ditemukan tak sadarkan diri di ruangan rawat inap yang sebelumnya di huni Ana. Cairan darah berceceran di lantai, ibunya sampai histeris saat melihat kondisi Alex. Setelah ada pasien yang ikut menangani, setelah beberapa saat kemudian akhirnya ia sadar. Alex membuka matanya perlahan, saat ia melihat ke atas ia melihat semua anggota keluarganya kecuali Ana. "Aira mana?" tanya Alex. Siang itu ruang rawat inap Ana sebelumnya akhirnya tampak ramai. ."Di mana Ana?" Itu adalah kalimat pertama yang keluar dari bibir Alex. Suaranya serak.Aldo saling pandang dengan Aldi, ragu untuk menjawab. Aldi menelan ludah, lalu melangkah maju setengah langkah."Kak, kami melihatnya," ujar Aldi dengan suara pelan namun jelas. "Tadi saat kami ada di luar, kami melihat Aira dibawa beberapa orang. Ada sebuah mobil hitam. Beberapa orang turun. Mereka membawa Aira pergi."Aldo mengangguk cepat, membenarkan ucapan kembarannya. "Aira sempat melawan Kak. Kami mencoba mengejar, tapi mo

  • Obsesi, Cinta Dan Dendam   50, Sosok asli Jack!

    Aldo terus mengikuti dokter yang sebelumnya mencoba membantu, tapi ia samasekali tidak menyapa lelaki itu. Beberapa dokter tampak langsung datang dan hendak membantu, "Kemana semua pihak keamanan yang ada di rumah sakit ini?! Kalian tidak lihat pasienku tadi dibawa pergi oleh pria misterius itu?!" Teriaknya dengan suara lantang. Seorang wanita bergegas datang menghampiri, Aldo. Aldo menatap bingung saat melihat sosok perawat yang sebelumnya menjaga adiknya itu. Kali ini ia tidak memakai pakaian perawat, melainkan memakai pakaian formal serba hitam. Yana, gadis itu tampak berbeda, bahkan jauh berbeda. Tatapannya semakin dingin dan tajam. "Saya datang karena panggilan anda, kebetulan tuan tidak ada di tempat karena harus mengurus beberapa hal yang tertunda karena nona tidak bisa kembali." ujar Yana. "Astaga, bahkan Tuan Baro juga tidak ada?!" wajah Dokter Hans makin panik saat mendengar ucapan Yana. "Tuan Varo pergi ke perbatasan menyelesaikan pekerjaan, saya akan menghub

  • Obsesi, Cinta Dan Dendam   49, Ana diculik!

    Orang-orang itu akhirnya mendekat ke arah Alex dan Ana. Ana tetap tenang saat melihat mereka semua, akan tetapi tidak dengan Alex. "Jangan mendekat! Dan jangan ganggu Aira!" Alex langsung melindungi Ana. Wush! Satu layangan tangan mulai melayang ke arah Alex. Ana hanya duduk diam, ia memutar otaknya dan berusaha menebak-nebak siapa yang mengirimkan mereka. Karena Alex ada di sana, ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak melawan samasekali. Alex melawan mereka semua dengan sungguh-sungguh. Wajahnya tampak tegang, Bugh! Satu pukulan melayang me arahnya. Perutnya terkena hantaman keras, dan beberapa saat kemudian ia sudah tumbang. Ana memperhatikan mereka semua, tapi ia tetap diam! "Hentikan!" Ucapan Ana membuat mereka semua diam. Tapi setelahnya mereka mulai tersenyum remeh pada Ana. "Kau berani memerintah kami?!" tekan salah satu di antara mereka. Mereka mengambil senjata api, dan menodongkannya ke arah Ana. "Jangan lakukan itu!" teriak Alex. "Diam! Atau aku tembak

  • Obsesi, Cinta Dan Dendam   48, Tertangkap basah!

    Mereka berdua langsung menoleh ke arah pintu, ekspresi wajah dokter itu tampak sangat tegang dan mungkin ia sedang menahan nafas saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. "Apa yang kalian lakukan?!" Alex mendekat ke arah Ana. Ruangan rawat inap itu seharusnya sepi dan tenang pada jam kunjungan siang. Namun ketenangan itu terusik. "Ada dokter masuk, padahal suster sebelumnya berkata tempat ini sedang dibersihkan," ujar Alex dengan tatapan menyelidik. Alex berdiri tidak jauh dari pintu, kedua tangannya terlipat di dada. Matanya yang tajam tidak lepas mengawasi setiap gerakan di dalam ruangan. Tatapannya bukan tatapan khawatir seorang kerabat, melainkan tatapan seorang penyelidik yang sedang mengawasi targetnya. Ia memperhatikan jam di dinding, lalu kembali menatap dokter yang baru saja keluar dari balik tirai. Ana yang sedang duduk di ranjang pasien hanya tersenyum tipis. Senyumnya tenang, bahkan terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang sedang dituduh. "Aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status