Tatapannya menyapu puluhan pengawal di hadapannya, tajam bagaikan pisau baja. "Daniel, bukannya kamu bilang apa pun yang aku mau bakal kamu kasih? Syarat ini, asal kamu setuju, aku bakal ikut kamu."Dia mendongak, menatap tepat ke mata Daniel, matanya melotot penuh amarah.Daniel berkata, "Gimana kalau yang ngelakuin itu aku?""Kalau gitu, aku yang bakal motong tanganmu sendiri," kata Geisha. "Aku serius."Daniel mengatupkan bibirnya rapat, menatapnya dingin. "Geisha, kalau bukan karena kita dulu pernah saling mencintai, aku hampir curiga kamu suka sama cewek.""Terserah kamu mau mikir apa.""Thea sebenarnya sebegitu pentingnya buat kamu? Teman sama suami, kamu hampir tanpa ragu milih dia!"Geisha agak ingin tertawa. "Profesor Milan sama Thea, satu cowok satu cewek. Di pikiran kamu, aku kayak orang mesum yang suka sama cowok dan cewek.""Aku cuma mau matamu cuma ngelihat aku, aku mau jadi nomor satu di hati kamu selamanya.""Mestinya kamu nggak pakai Thea buat ngancam aku! Apalagi kaya
Read more