“Kita keluarkan bersama, sayang…” ujar Lucien, suaranya pecah dengan napas yang semakin kasar. Tangannya tidak diam, terus memukul bokong Helena, membuat wanita itu semakin tersentak. Sampai akhirnya lenguhan panjang keduanya menjadi akhir dari puncak keintiman hari itu. Tubuh Helena ambruk, begitupun dengan Lucien, yang sudah mencabut miliknya dan jatuh ke samping Helena. “Maaf kalau hari ini aku terlalu kasar,” bisik Lucien, dia menarik Helena ke dalam pelukan. “Aku terbawa emosi.”Helena tidak menjawab. Namun dia ikut melingkarkan tangannya di pinggang Lucien, membuat tubuh keduanya saling menempel, hangat, dan nyaman. “Kamu marah padaku?” tanya Lucien, setelah sekian lama Helena tidak bicara. Helena mengangkat wajah, menatap Lucien, lalu tersenyum. Dia menggeleng. “Aku sangat menyukainya,” katanya lirih. “Semuanya… semua yang kamu lakukan hari ini, aku sangat menikmatinya.” Seulas senyum kembali terukir di wajah tegas Lucien. Dia menyeka keringat di kening dan pelipis Helena
Última actualización : 2026-10-11 Leer más