INICIAR SESIÓNSelepas kepergian suaminya dan menyandang status janda, Helena hanya ingin bertahan hidup meski harus terjebak bersama pria parasit yang memeras keringatnya, menimbun utang atas namanya, dan merendahkan harga dirinya. Di tengah jeratan hutang itu, Helena memberanikan diri melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar dan terkejut saat mendapati bos barunya adalah sahabat karib mendiang suaminya, Lucien. Pria itu menjalankan amanah dari mendiang suami untuk menjaga Helena, tapi rasa takut akan bergantung ke orang lain dan status janda yang membuat namanya buruk membuat Helena menjaga jarak. Anehnya, sang bos dingin itu justru mendekapnya erat-erat. "Helena, suamimu sudah meninggal. Pria brengsek itu menekanmu di rumahmu sendiri. Sekarang, yang kamu punya hanya aku."
Ver más“Katakan siapa dia, Helena.”Lucien menggoyangkan bahu Helena pelan, sampai membuat gadis itu mengerjap dari lamunannya. Dia menoleh dengan tatapan yang sulit lepas dari mata Matteo yang kini sudah menatapnya dari kejauhan.“Di-dia—” Mulut Helena sudah terbuka, tapi tak ada satu katapun yang terucap. Matteo sudah berjalan cepat ke arah mereka dan membiarkan Yasmin pergi lebih dulu. Gawat. Matteo memergokinya di depan tempat kerja barunya.Helena buru-buru melangkah mundur. Meremas rok spannya dengan tangan gemetar. Ia langsung berlari, tapi Matteo sudah meraih pergelangan tangan dan menariknya.“Dasar murahan! Apa yang kamu lakukan dengan pria asing ini, Helena Ricci?! Tidak tahu malu. Kamu—”Pupil Lucien menggelap. Tangannya sudah terkepal, tapi dia masih berusaha untuk menahan amarahnya. Ia segera meraih bahu Matteo dan menariknya menjauh dari Helena.“Apa yang kau lakukan, bersikap kasar pada wanita seperti itu?” desis Lucien.Matteo menepis tangan Lucien dan mendecih. “Jadi kau,
Suara Lucien yang begitu dingin, berhasil membuat Helena mengangkat wajahnya perlahan, menatap Lucien dengan mata yang sudah merah. “Saya ingin memastikan seluruh karyawan yang bekerja di sini memiliki latar belakang yang baik dan tidak mengganggu jalannya perusahaan.”Helena tertegun. “S-saya bisa pastikan jika hal ini tidak akan mengganggu pekerjaan—”Lucien berjalan mendekat. Dia meraih tangan Helena, sampai membuat wanita itu refleks berdiri.“Ini luka bakar, Helena. Kalau tidak diobati dengan benar, lukanya pasti membekas.”Helena buru-buru menarik tangannya, dan menyembunyikannya ke belakang tubuh. “Saya baik-baik saja, Tuan,” ujar Helena gugup. “Tidak enak kalau dilihat orang lain.”Helena kembali membuang muka saat Lucien menatapnya. Pria itu seperti hendak menelannya sekarang. “Helena, terlepas dari aku bosmu atau bukan, aku tetap sahabat Adrian. Aku sudah berjanji pada Adrian untuk selalu menjagamu.” Lucien memegang kedua pundak Helena, membuat wanita itu menghadap ke ar
Keesokan paginya adalah hari pertama kerja Helena di Sinclair Corporation.“Kamu mau kemana? Tumben sekali dandan seperti ini?”Suara Matteo membuat Helena menegakkan tubuhnya. Dia yang sedang berkaca, langsung menegang. Tidak berani menatap Matteo, seolah takut rahasia besarnya akan terbongkar.Matteo menarik dagu Helena dan membuat tatapan mereka saling bertemu. “Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Kamu tidak biasanya bekerja dengan penampilan serapi dan sewangi ini…”“Aku dapat teguran,” Helena memotong dengan cepat dan menepis tangan Matteo. “Bosku bilang, ada pelanggan yang komplain karena penampilanku yang kurang menarik.”Gelak tawa Matteo membuat kalimat Helena menggantung. Pria itu tertawa bahkan sampai matanya menyipit. “Apa kubilang, jangankan aku yang masih muda, pria botak yang sudah karatan itu saja menganggapmu tidak menarik.” Dia menggeleng lalu pergi menuju kamar mandi, mengacuhkan Helena yang masih menatapnya.Helena menarik napas dalam. Dia memejamkan matanya
Pintu dibuka dengan dorongan kencang. Mata Helena menatap dua pasang manusia yang masih melepas gairah di atas ranjangnya dengan raut wajah tegang.Matteo yang hendak mencapai klimaks, buru-buru menoleh. Wajahnya merah padam, antara malu dan juga gairah yang belum tuntas. Dia menarik selimut, melepaskan dirinya dari penyatuan. “He-Helena, kamu sudah pulang?” tanya Matteo gugup. Dia memakai celananya dengan gerakan kasar, dan keluar dari tempat tidur. Sedangkan wanita itu masih menatap Helena dengan selimut menutupi tubuh telanjangnya dan senyum penuh ejekan. Helena buru-buru menarik tangannya begitu Matteo hendak menariknya. “Jangan sentuh aku! Aku tidak mau disentuh dengan tangan kotormu.” Helena menegakkan tubuhnya. Dia menatap Matteo dengan mata yang sudah merah.“Helena, aku bisa jelaskan semuanya… aku—”“Menjelaskan apa?” potong Helena tajam. “Menjelaskan bagaimana kalian melakukan ini di ranjangku? Di apartemen yang bahkan bukan milikmu?” Matteo tidak bisa menjawab. Dia mer






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.