Lucien menekan miliknya semakin dalam, tapi setiap kali dia bergerak, Helena justru merintih kesakitan.“Apa dia kasar saat melakukannya?” tanya Lucien dengan kening berkerut. Dia masih duduk di antara kedua kaki Helena, miliknya masih menempel disana. Helena yang merasa malu, buru-buru beringsut dan menutup tubuhnya dengan selimut. “Maaf, Lucien… mungkin aku memang tidak akan bisa melakukannya,” katanya lirih. Lucien menyibak rambutnya kasar. Dengan hasrat yang belum sepenuhnya tuntas, pria itu berbaring di samping Helena. Memeluk tubuh kecil itu tanpa menghina.Sedangkan Helena, dengan mata yang sudah memanas, dia kembali mengingat setiap perlakuan Matteo padanya selama ini, sampai ia merasa kalau dirinya memang tidak pantas berharap dan tidak bisa merasakan kenyamanan dalam berhubungan lagi. “Apa yang kamu pikirkan?” bisik Lucien, tepat di telinga Helena. Wanita hanya menggeleng.Namun Lucien justru menyangka diamnya Helena adalah sebuah penolakan untuknya. Karena dia tahu, di
Terakhir Diperbarui : 2026-09-05 Baca selengkapnya