Belum sempat Helena menjawab, suara ketukan di luar berhasil membuat keduanya menoleh ke arah pintu. “Tuan, ada tamu,” ujar Alina, disusul ketukan ketiga kalinya. “Saya sudah memintanya menunggu di ruang tamu, Tuan.” Lucien mengangkat sebelah alisnya, lalu melirik Helena. Seolah bertanya siapa yang berani datang ke villanya sepagi ini?“Bersiaplah,” kata Lucien, dia mengecup bibir Helena, lalu keluar. Selepas kepergian Lucien, Helena duduk lemas di kursi. Pertanyaan itu terus terngiang, ‘apa kamu mau menikah denganku?’ terlalu tiba-tiba, sampai membuatnya tidak bisa berkata. Helena menatap pantulan dirinya, lalu tersenyum melihat bekas merah di lehernya. “Aku mau menikah denganmu, Lucien,” gumamnya, suaranya serak dan gemetar. Tapi setidaknya, dia akhirnya punya jawaban yang akan dia katakan pada Lucien setelah ini. Helena langsung bersiap, dan turun menuju ruang tamu. Namun, langkahnya terhenti, pupilnya menyusut, kedua tangannya terkepal dengan erat di depan tubuh. Tessa yang
Last Updated : 2026-10-07 Read more