“Mengajari saya?” Aiden tidak menjawab, hanya menatap wajah Mora yang terlihat kebingungan. “Sekarang, lakukan apa yang kulakukan padamu tadi,” tuntut Aiden rendah, tatapannya mengunci manik Mora tanpa ampun. “Cium aku, lucuti pakaianku, dan sentuh aku seolah kau menginginkanku.”Mora mematung di pangkuan Aiden, napasnya tersendat saat tatapan tajam pria itu terus menguliti wajahnya tanpa jeda. Jujur saja dia tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya.“Kenapa diam? Menunggu kuperintah dua kali?” bisik Aiden dingin, jemarinya di pinggang Mora meremas kasar, memberi tekanan yang membuat wanita itu tersentak dan cairan basahnya menetes di paha pria itu.Mora menelan ludah dengan susah payah. “Sa-saya tidak tahu harus mulai dari mana, Tuan ....”“Gunakan instingmu, Mora. Kau punya bibir, kau punya tangan, kau punya lubang yang sudah basah kuyup,” potong Aiden datar, tak memberi ruang untuk mengelak. “Atau kau mau aku menganggapmu sengaja menolak membayar utang? Kalau begitu aku
Last Updated : 2026-09-20 Read more