DEG!Pertanyaan tanpa dosa dari balita di pangkuannya seketika membuat Mora panik. Tangannya refleks menutup ceruk lehernya yang memerah dan membengkak, penuh jejak hisapan buas dari Aiden.“I-iya, Tuan Muda … ini … cuma digigit nyamuk,” bisik Mora gemetar.“Nyamuk nakal! Nanti Leo pukul nyamuknya,” cicit Leo sambil memajukan tubuh mungilnya lalu mendekatkan bibir kecilnya ke leher Mora. Dengan lembut, balita itu meniup berkali-kali permukaan kulit leher Mora yang memar dan masih basah.“Fuuh … Fuuh. Biar tidak sakit lagi, ya, Mora.”Dada Mora bergetar halus, terharu dengan sikap manis Leo, tapi juga merasa amat bersalah. Kebaikan balita itu terasa amat kontras dengan perbuatan terlarang yang baru saja ia lakukan bersama ayah kandung anak ini beberapa menit lalu. “Terima kasih, Tuan Muda. Sudah tidak sakit lagi, kok. Ayo kembali ke kamar,” bisik Mora lembut, merengkuh tubuh mungil Leo dan pelan-pelan membawanya berbaring kembali ke kasur berbentuk mobil-mobilan.Mora ikut merebahkan
Last Updated : 2026-09-11 Read more