Dentum keras cangkir keramik yang diletakkan kembali ke atas permukaan meja pualam memecah keheningan ruang makan.Kopi hitam di dalamnya terpercik tipis, menciptakan riak hitam yang pekat.Anton menarik napas pendek, namun tatapan matanya sama sekali tidak lepas dari sosok Maya yang duduk tenang di seberangnya.Manik mata kelam pria itu menatap tajam, menguliti setiap detail ekspresi di wajah wanita muda yang mengenakan mini dress ketat tersebut."Sikapmu yang berubah jadi berani dan menantang ini..." suara bariton Anton bergema rendah, dingin, dan sarat akan penekanan yang menusuk, "...terjadi begitu saja setelah saya menolak memberitahu apa isi pembicaraan saya dengan Desi semalam, benar begitu, Maya?"Maya tidak langsung menjawab.Ia menarik napas pelan, menundukkan pandangannya sesaat ke arah jemarinya sendiri sebelum kembali mendongak menatap lurus manik mata sang paman ipar.Wanita muda itu memilih diam, membiarkan asumsi Anton menggantung di udara yang panas.Anton menyungging
Última actualización : 2026-10-26 Leer más