Anton berjalan tenang menuju meja kerja mahoninya.Pria tegap itu melepaskan kancing teratas kemejanya, menyingsingkan lengan bajunya hingga siku, lalu mendudukkan tubuhnya di kursi kerja berbahan kulit hitam yang megah.Wajahnya yang tegas tampak begitu tenang, sebuah ketenangan berbahaya yang menandakan ancaman murni.Ia merogoh ponsel pintarnya dari saku celana, mengetuk layar secara cekatan, lalu mendiskannya ke telinga.Hanya butuh dua kali nada panggil sebelum suara bariton yang sigap dan formal menjawab dari seberang sambungan."Ya, Pak Anton. Ada instruksi?" suara Harry, asisten pribadi sekaligus tangan kanan kepercayaan Anton di firma hukum, terdengar jernih."Harry," panggil Anton pendek. Suaranya rendah, datar, namun sarat akan tekanan dingin yang membekukan."Ada utas di forum daring lokal yang menyebarkan narasi miring soal kecelakaan Riko. Maya baru saja membacanya dan mengalami serangan panik."Di ujung telepon, Harry sempat terdiam sejenak, langsung menangkap kegenting
Última actualización : 2026-10-22 Leer más