"Berani kamu mengusik bisnisku, maka aku juga akan mengusik firma hukum yang sudah kamu dirikan dengan susah payah itu, Anton!"Ancaman itu meledak kencang di udara ruang tamu, dilontarkan oleh Desi dengan nada suara yang melengking tinggi dan dipenuhi amarah yang membakar.Langkah kaki Anton seketika terhenti di dekat ambang pintu.Pria tegap itu bergeming sejenak, lalu memutar tubuhnya perlahan.Ia menoleh ke arah Desi, menatap wanita paruh baya itu dengan pandangan mata yang amat datar, dingin, dan tak tersentuh oleh gertakan tersebut.Anton melangkah satu tapak kembali mendekati meja tamu. Pria itu menyelipkan sebelah tangannya ke dalam saku celana bahannya, memiringkan kepalanya sedikit."Kenapa Kakak begitu membenci Maya?" tanya Anton rendah, suara baritonnya bergema halus namun menancap tajam."Hanya karena dia bukan wanita dari latar belakang keluarga kaya yang Kakak inginkan untuk Riko?"Desi mendengus kasar, memalingkan wajahnya dengan raut muak."Lantas," lanjut Anton tanpa
Última actualización : 2026-10-24 Leer más