Mata Anton yang berkilat gelap mengunci pandangan Maya yang masih terkulai pasrah di atas meja kayu mahoni.Pria itu menyapu sisa kebasahan di bibirnya, lalu tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun, tangannya bergerak menurunkan ritsleting celananya.Suara besi yang ditarik itu bergema dingin di dalam ruang kerja yang terkunci rapat."Lihat saya, Maya," perintah Anton dengan suara bariton yang begitu berat dan gersang.Maya berusaha mengumpulkan kesadarannya yang berserakan. Dengan mata sayu dan napas yang masih tersengal, ia mendongak.Di hadapannya, milik Anton sudah tegang sempurna, memamerkan ukurannya yang besar dan kekar. Ketakutan dan gairah seketika beradu hebat di dalam dada Maya, membuat jantungnya berdegup gila-gilaan.Tanpa memberikan jeda untuk bernapas, Anton mencengkeram kedua paha mulus Maya, menarik pinggul wanita itu hingga berada tepat di tepi meja.Ia melebarkan kedua paha Maya serong ke samping, memamerkan celah basah yang masih berdenyut-denyut akibat klimaks
Última actualización : 2026-09-23 Leer más